Tangerang (ANTARA) - Pembangunan akses tol langsung Jakarta-Tangerang KM 25 telah memasuki tahap akhir pengujian dan akan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2026.
"Kehadiran akses langsung ini diproyeksikan memberikan kemudahan perjalanan menuju berbagai destinasi utama, mulai dari Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta, hingga kawasan industri di koridor barat Jakarta," kata Cok Putra Tri Utama, Direktur Project Management Paramount Land
Ia menuturkan akses tol langsung ini akan membawa perubahan signifikan terhadap pola mobilitas masyarakat. Dengan waktu tempuh yang lebih efisien, penghuni dapat menikmati perjalanan yang lebih praktis untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, baik bekerja, berbisnis, maupun beraktivitas.
Baca juga: Pembangunan akses tol langsung KM25 ciptakan ekosistem berkelanjutan
Lebih dari sekadar meningkatkan kenyamanan penghuni, konektivitas yang semakin baik juga menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi kawasan.
"Arus mobilitas yang lebih lancar membuka peluang baru bagi sektor retail dan komersial, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya tarik hunian bagi berbagai pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis di kawasan yang terus bertumbuh," katanya.
Ferry John Sihombing, Direktur Sales & Marketing Paramount Land menambahkan jelang tahap akhir pembangunan akses tol, telah terjadi peningkatan nilai dan penjualan properti, di samping dampak pertumbuhan ekonomi wilayah yang mulai terasa dengan semakin banyaknya tenant ternama yang membuka usaha di Paramount Petals dan sekitarnya.
“Tren kenaikan nilai properti seiring hadirnya akses tol langsung merupakan dampak positif dari pergeseran preferensi pembeli, khususnya generasi muda, yang kini semakin memprioritaskan kemudahan akses, konektivitas, dan potensi pengembangan jangka panjang dalam memilih properti," katanya.
Baca juga: Akses tol langsung KM25 ciptakan multiplier effect ekonomi kawasan
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.