Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menerima insentif fiskal senilai Rp2 miliar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) usai menyabet penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali untuk kategori Creative Financing (Pembiayaan Kreatif).
"Alhamdulillah, Provinsi Banten mendapat penghargaan Creative Financing. Kami mengucapkan syukur atas apresiasi ini, dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mencari serta mengembangkan potensi daerah dalam rangka pembiayaan pembangunan," kata Gubernur Banten, Andra Soni, dalam keterangannya di Serang, Jumat.
Penghargaan atas inovasi dan kreativitas dalam mengelola pembiayaan pembangunan daerah tersebut diterima langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni di Yogyakarta, Kamis malam. Pada ajang tersebut, Banten dinobatkan sebagai daerah terbaik kedua tingkat provinsi.
Baca juga: Layanan publik Pemprov Banten raih opini kualitas tinggi tanpa maladministrasi
Andra menjelaskan, salah satu wujud nyata dari keberhasilan penerapan skema pembiayaan kreatif di Provinsi Banten dimanfaatkan untuk menopang sektor pendidikan. Melalui kebijakan inovatif tersebut, Pemprov Banten mampu membiayai Program Sekolah Gratis yang menyasar 60.705 siswa di 801 SMA, SMK, dan SKh swasta.
Program unggulan pendidikan tersebut, lanjut Andra, akan terus didorong dan dikembangkan agar ke depannya dapat mencakup pembiayaan untuk jenjang Madrasah Aliyah. Ia menyebut keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi yang baik dari berbagai pihak, khususnya dukungan dari sekolah swasta.
"Penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga dorongan untuk terus menjaga konsistensi kebijakan. Prinsipnya, bagaimana suatu kebijakan dijalankan secara konsisten untuk hasil yang maksimal," ujarnya.
Baca juga: Dindik Banten perluas program sekolah gratis hingga madrasah aliah
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa ajang apresiasi pemerintah daerah berprestasi ini diselenggarakan di enam regional guna menciptakan iklim kompetisi yang lebih berkeadilan antardaerah di Indonesia.
Penilaian didasarkan pada data terbuka yang dapat diakses publik, salah satunya bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun kategori yang dinilai meliputi penanganan kemiskinan, stunting, pengangguran, inflasi, dan pembiayaan kreatif.
"Untuk creative financing, dinilai siapa yang lebih kreatif dalam menangani dan mengelola keuangan, terutama dalam meningkatkan pendapatan asli daerah," jelas Tito.
Tito berharap apresiasi yang diberikan berupa insentif fiskal sebesar Rp2 miliar tersebut dapat memicu lahirnya kompetisi yang sehat antar kepala daerah, sekaligus memotivasi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan dan pembangunan bagi masyarakat.
Baca juga: Pemprov Banten gandeng Iwapi berdayakan UMKM agar naik kelas
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.