Lebak, Banten (ANTARA) - Wisatawan domestik dari berbagai daerah seperti Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, memadati pesisir selatan Kabupaten Lebak, Banten, selama libur panjang Idul Adha 2026.

"Kami memprediksi wisatawan domestik yang berkunjung untuk menikmati panorama pesisir selatan Lebak sekitar 10 ribu wisatawan per hari," kata Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Lebak Erwin Komara Sukma saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Minggu.

Wisatawan memadati pesisir selatan Lebak mulai Pantai Binuangeun, Bagedur, Sukamaju, Cihara, Cibobos, Bayah, Pulo Manuk hingga kawasan Sawarna, yang meliputi Pantai Tanjunglayar, Karangbokor, Goa Lalay, Goa Langgir.

Baca juga: Kawasan Pantai Sawarna Lebak ramai dipadati wisatawan lokal

Pengunjung yang menikmati pesisir selatan Lebak kebanyakan rombongan dari kalangan mahasiswa, pelajar, perusahaan, hingga komunitas masyarakat.

"Kami meyakini padatnya wisatawan ke pesisir selatan Lebak ini berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, seperti usaha homestay, transportasi lokal, kuliner, jasa pemandu wisata hingga produk lokal berbasis pertanian dan ikan tangkap," kata mantan Anggota DPRD Lebak ini.

Menurut dia, hingga saat ini, pihaknya mencatat tidak ada korban wisatawan yang terseret arus gelombang pantai.

Relawan pengamanan pantai, tambahnya, tidak henti-hentinya menyampaikan kepada wisatawan agar tidak berenang ke tengah melebihi bendera merah guna menghindari kecelakaan laut.

"Kami minta wisatawan agar mematuhi petugas untuk keselamatan pengunjung, terlebih gelombang cukup tinggi hingga 2,5 meter," katanya.

Baca juga: Amankan wisata Anyer, Polres Cilegon siagakan 209 personel

Agung Ferdian, wisatawan dari Kota Bogor, Jabar, mengatakan, dirinya bersama anggota keluarga mengunjungi kawasan Pantai Sawarna untuk berlibur.

Ia bersama keluarga menginap di homestay selama lima hari dan merasa senang, karena alamnya alami dan deburan ombaknya cukup besar.

Sementara itu, Robertus Erwin, warga Jakarta, mengatakan kawasan Pantai Sawarna sudah mendunia, dengan deburan ombak yang cukup besar dan cocok untuk bermain selancar (surfing).

Ia bersama teman kerjanya warga Inggris pun melakukan permainan surfing.

"Kami di sini sudah dua hari, tinggal di homestay dan kembali ke Jakarta sore ini," katanya.

Baca juga: Desa wisata kawasan Anyer-Carita-Cinangka bakal dikembangkan



Pewarta: Mansyur Suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026