Lebak (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Banten menekankan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di tepi jalan, aliran sungai dan drainase.
"Kita sudah melakukan imbauan agar masyarakat membuang sampah pada tempat pembuangan sementara (TPS) yang resmi, sebelum diangkut ke kendaraan truk untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," kata Kepala DLH Kabupaten Lebak Irvan Suyatupika di Lebak, Sabtu.
Saat ini, lanjutnya, banyak menemukan masyarakat membuang sampah sembarangan, seperti di tepi jalan raya hingga menimbulkan kesemrawutan, juga bau tak sedap. Selain itu, juga membuang sampah ke aliran sungai dan drainase, sehingga berdampak menimbulkan kebanjiran.
Baca juga: Pemkot Tangerang siapkan lahan PSEL mandiri di Jatiuwung
Oleh karenanya, pihaknya minta masyarakat agar membuang sampah pada TPS-TPS resmi yang dibangun pemerintah daerah setempat.
Petugas setiap hari mengangkut sampah rumah tangga menggunakan kendaraan truk dan dibawa ke TPA Dengung.
"Kita mengangkut sampah itu mencapai 262 ribu ton per tahun di TPA Dengung dan TPA Cihara," katanya.
Menurut dia, pemerintah daerah mengajak masyarakat agar mengurangi penggunaan sampah plastik, sebab sampah plastik sulit terurai, sehingga lahan menjadi tidak subur. Selain itu, sampah plastik dapat menimbulkan ancaman serius bagi pencemaran dan lingkungan hidup.
Baca juga: Gerakan bebersih di Tangerang angkut 39,7 ton sampah dari Kali Sabi
Selama ini, volume sampah plastik terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, sampah plastik merupakan salah satu penyumbang terbesar pencemaran lingkungan hidup.
"Bila kondisi itu tidak segera dikendalikan, kualitas lingkungan hidup di daerah ini dikhawatirkan berdampak terhadap pencemaran lingkungan," kata Irvan.
Ia mengatakan pemerintah daerah telah menerbitkan surat imbauan kepada masyarakat agar mulai mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Banten dan DKI perkuat kolaborasi tangani banjir dan sampah
Surat imbauan tersebut menjadi salah satu langkah preventif pemerintah daerah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Tidak hanya masyarakat umum, pemerintah daerah juga meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi contoh dalam pengelolaan sampah.
Semua ASN didorong untuk membiasakan pemilahan sampah organik dan nonorganik di lingkungan kerja maupun di rumah masing-masing.
"Kami berharap ASN harus menjadi teladan dalam pengelolaan sampah. Minimal dimulai dari kebiasaan memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik,” ujar Irvan.
Baca juga: Sejumlah daerah di Banten ajukan bangun fasilitas PSEL mandiri
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.