Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, menyebut pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerahnya itu terus meningkat setiap tahunya hingga mencapai 78.000 unit usaha.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Selasa mengatakan pada tahun 2024, jumlah UMKM tercatat sebanyak 61.000 unit. Namun, dalam kurun waktu satu tahun berjalan angka tersebut melonjak tajam dengan penambahan 17.000 unit usaha baru, sehingga total UMKM kini mencapai 78.000 unit pada 2025.

Ia mengatakan,, bertambahnya pelaku usaha kecil di Kabupaten Tangerang merupakan hal yang positif untuk mengembangkan produk-produk hasil karya masyarakat yang nantinya akan menjadi salah satu produk andalan daerah.

Baca juga: Kemenkum Banten dorong koperasi-UMKM lindungi produk lewat merek kolektif

Selain itu, para pelaku usaha di wilayah juga banyak yang kreatif dan inovatif. Sehingga ke depan sangat berpeluang besar dalam pengembangannya dan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Peran sertanya memberikan kontribusi terhadap roda perekonomian yang ada di Kabupaten Tangerang," ucapnya.

Menurut dia, pertumbuhan usaha mikro ini ditopang oleh kaum perempuan. Dimana, keterlibatan aktif ini memberikan keleluasaan bagi perempuan di Kabupaten Tangerang untuk berkiprah membantu perekonomian keluarga, sekaligus membuktikan eksistensi gender yang setara dalam mendukung pembangunan daerah.

Kendati demikian, pemerintah daerah terus berkomitmen dalam memajukan pembangunan daerah melalui pilar pemberdayaan ekonomi perempuan. Upaya ini terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap roda perekonomian dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Menariknya, sebagian besar pelaku usaha baru tersebut merupakan kaum perempuan. Keterlibatan aktif ini memberikan keleluasaan bagi perempuan di Kabupaten Tangerang untuk berkiprah," kata dia.

Baca juga: Chandra Asri dukung produktivitas usaha mitra UMKM lewat penyediaan kemasan



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026