Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Maja guna menstabilkan stok pasokan dan harga bahan pokok menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
Kepala Bidang Distribusi dan Sumberdaya Pangan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Lebak Tubagus Sonip di Lebak, Senin, mengatakan pelaksanaan GPM tersebut untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga murah dibandingkan di pasaran.
Selain itu juga untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasaran, sehingga daya beli masyarakat meningkat.
Baca juga: Produksi beras di Lebak Januari-April 2026 tembus 157.748 ton
"Saya kira Gerakan Pangan Murah komitmen pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan pangan dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah menjelang Idul Adha," katanya menjelaskan.
Menurut dia, bahan pokok yang dijual pada kegiatan GPM antara lain komoditas tepung terigu dijual Rp10.000/ kilogram (kg) dengan kuota 100 kg, gula putih Rp17.000/kg kuota 100 kg, beras Rp14.400/kg kuota 1.000 kg, minyak goreng Rp15.500/ liter kuota 780 liter, dan telur Rp25.000/kg kuota 100 kg.
Begitu juga bawang merah Rp45.000 kuota 120 kg, bawang putih Rp32.000 kuota 60 kg, cabai rawit Rp90.000 kuota 60 kg dan daging kerbau beku Rp115.000 kuota 100 kg.
Baca juga: 43.718 warga Lebak dapat bantuan PKH dari Kemensos
"Kami gencar melakukan Gerakan Pangan Murah dan sebelumnya di Kecamatan Wanasalam dan Rangkasbitung," kata Sonip.
Ia mengatakan, kegiatan Gerakan Pangan Murah juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya Perum Bulog Lebak-Pandeglang, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMK), pemerintah daerah dan swasta.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah itu dihadiri masyarakat yang mengantre dan berjalan tertib, aman serta semua terlayani dengan baik.
Persediaan bahan pokok melimpah sehingga diharapkan kegiatan ini dapat menstabilkan harga bahan pokok menjelang Idul Adha .
Baca juga: Pemkab Lebak kembangkan udang vaname dorong ekonomi masyarakat
"Kami meyakini kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, sekaligus mengendalikan inflasi," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Mulyadi ,seorang warga Maja Kabupaten Lebak mengaku dirinya merasa lega adanya Gerakan Pangan Murah cukup terbantu untuk memenuhi ketersediaan pangan dengan harga murah dan terjangkau.
"Kami hanya membeli Rp100 ribu terdiri dari telur, minyak goreng, terigu, cabai, gula putih, bawang putih," katanya.
Baca juga: Pemkot Serang dan Swiluva gagas probiotic city wujudkan keluarga sehat
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Lukman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.