Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, membuka ruang kolaborasi dalam pertukaran pengetahuan, inovasi, dan praktik internasional sebagai bagian dari penguatan pembangunan daerah.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja saat menghadiri pembukaan acara "Tangerang International Development Seminar (TIDS) 2026" di Kabupaten Tangerang, Banten, Senin.

"Seminar ini diselenggarakan sebagai forum strategis untuk memperkuat kapasitas perencanaan pembangunan daerah melalui pertukaran pengetahuan, inovasi, dan praktik-praktik internasional," katanya.

Baca juga: Pemkab Tangerang antisipasi inflasi akibat pelemahan rupiah

Soma mengatakan perluasan kemitraan strategis merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi sistem untuk meningkatkan pemahaman tentang isu-isu strategis pembangunan daerah dalam konteks nasional maupun global.

"Dengan tema "Reimagining the Future of Region: Smart, Resilient, and Sustainable Pathways in a Disruptive World'. Diharapkan, untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan inovasi di antara para pemangku kepentingan," terangnya.

Ia juga menyoroti pentingnya terjalinnya model kolaborasi dengan pemahaman terhadap pengetahuan dan inovasi sebagai faktor kunci dalam mendukung keberhasilan meningkatkan kapasitas serta kualitas perencanaan pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas sektor dan internasional.

Baca juga: Pemkab Tangerang nilai tanggul laut bantu tumbuhkan ekonomi warga pantura

"Ini untuk menghasilkan rekomendasi strategis bagi penyusunan dan penyempurnaan dokumen perencanaan pembangunan daerah," ucapnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya juga akan terus mendorong berbagai akademisi dan universitas untuk melakukan kolaborasi riset dan pengembangan program bersama yang diselaraskan dengan kebijakan prioritas nasional, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara institusi dalam negeri dan mitra internasional.

"Diharapkan sebagai mendukung perencanaan pembangunan perkotaan dan pesisir yang adaptif untuk ketangguhan kewilayahan," kata dia.

Dalam hal ini, kegiatan seminar TIDS ini dilaksanakan dengan metode hibrida, yaitu seminar luring (offline) dan daring (online), dan dihadiri oleh sekitar 400 peserta secara luring dan 200 peserta secara daring.

Baca juga: Mal Ciputra Tangerang hadirkan Playnimals untuk isi liburan keluarga

Para peserta terdiri dari perwakilan instansi pemerintah, akademisi dari berbagai universitas, praktisi pembangunan, peneliti, mahasiswa, serta organisasi internasional.

Peserta dibagi ke dalam empat ruang seminar paralel yang masing-masing mendiskusikan subtema pembangunan spesifik, yaitu: Perencanaan Pembangunan Perkotaan dan Pesisir yang adaptif untuk ketangguhan wilayah, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya yang efisien, ekosistem inovasi daerah berbasis penelitian, tata kelola yang cerdas dan tangguh melalui literasi data dan transformasi digital.

"Seminar ini menghadirkan para pembicara terkemuka, baik internasional maupun nasional, dari berbagai institusi dan negara, termasuk para ahli di bidang tata kelola cerdas, ekosistem inovasi daerah, pembangunan ekonomi berkelanjutan, ketangguhan perkotaan, serta pengelolaan wilayah pesisir," kata Soma.

Baca juga: 80 tim ikuti kompetisi kelompok umur Liga PSSI di Kota Tangerang



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Lukman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026