Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, menyiapkan strategi mengantisipasi kemungkinan terjadinya inflasi daerah yang dipicu akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Banten, Jumat, mengatakan upaya awal dalam mengantisipasi inflasi ini ialah dengan menerapkan strategi koordinasi antarlembaga dan pelaku usaha yang ada di daerahnya tersebut.

Menurutnya, langkah ini dilakukan guna mewujudkan sinergisitas dalam menciptakan kebijakan pengendalian gelombang kerja serta ekonomi atas dampak pelemahan nilai tukar rupiah.

"Pemerintah daerah sudah berupaya untuk bisa bertemu dengan pengusaha-pengusaha agar tidak ada lagi kasus pemutusan hubungan kerja (PHK)," katanya.

Baca juga: Pemkab Tangerang distribusi 2.000 paket sembako murah untuk masyarakat

Ia bilang pemerintahnya juga akan terus berupaya mengendalikan inflasi seperti dengan menjamin ketersediaan barang atau kebutuhan pokok masyarakat dengan penekanan kepada harga dasar.

"Kemarin, saya sudah datang juga ke kecamatan-kecamatan untuk memberikan bantuan bahan pokok, kebutuhan usaha seperti gerobak UMKM termasuk nanti bantuan permodalannya ada pinjaman dari kita," paparnya.

Selain itu, kata dia, penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga pasokan pangan menjadi langkah strategis untuk mencegah terjadinya penurunan ekonomi di tengah masyarakat.

"Upaya-upaya inilah yang kita jalankan oleh pemerintah daerah, untuk daya beli masyarakat ini bisa mampu, masyarakat yang tidak bekerja bisa bekerja. Mudah-mudahan dengan bekerja, masyarakat ada kepastian usaha dan pendapatan, insya Allah kebutuhan mereka ini bisa tertangani setiap harinya," kata dia.

Baca juga: Pemkab Tangerang subsidi harga pangan untuk tekan inflasi



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026