Tangerang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Provinsi Banten menggencarkan aksi penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di kuartal kedua melalui beberapa program unggulan seperti Kelurahan Siaga TBC, Ransel TBC, sampai Active Case Finding (ACF) Rontgen.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni di Tangerang, Kamis, mengatakan skrining mandiri penanggulangan TBC telah mencapai 51 persen dari target tahunan di kuartal pertama 2026.
Bahkan, capaian penanggulangan TBC di Kota Tangerang berhasil mengungguli daerah kabupaten atau kota lainnya di Provinsi Banten.
”Tidak berhenti di sini, kami akan terus bergerak cepat berkolaborasi dengan perangkat kewilayahan untuk meningkatkan kinerja penanggulangan TBC ke depan untuk mengejar target eliminasi TBC pada 2030 mendatang,” kata dr Dini dalam keterangannya.
Baca juga: Masyarakat diimbau jujur jawab pertanyaan saat skrining TBC mandiri.
Sementara itu kegiatan skrining TBC mandiri dapat dilakukan melalui laman resmi https://ranseltbc.tangerangkota.go.id/ dan dapat diakses masyarakat dari berbagai kelompok usia mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lansia.
Adapun tahapannya yakni dengan mengakses laman https://ranseltbc.tangerangkota.go.id/ dan dilanjutkan dengan mengisi NIK, menentukan lokasi skrining – kecamatan dan kelurahan.
Kemudian masukan Kode Captcha dan klik submit, lengkapi data diri, data alamat, lokasi skrining, form skriningx dan hasilnya dapat diketahui.
"Jika hasil skrining mandiri adalah Terduga TBC, puskesmas terdekat atau faskes terkonfirmasi akan melakukan tindak lanjut yakni skrining secara langsung kepada pasien melalui tes mantoux dan lainnya sesuai kebutuhan pasien terduga," ujarnya.
Dini mengatakan dengan adanya skrining mandiri berbasis digital ini diharapkan angka penemuan kasus TBC dapat meningkat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Baca juga: Pemerintah daerah diminta percepat penanggulangan TBC
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.