Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyoroti 11 titik perlintasan commuter line (KRL) di jalur green line rute Tanah Abang-Rangkasbitung tanpa palang pintu pembatas yang beresiko membahayakan masyarakat sekitar.

Berdasarkan hasil identifikasi, di wilayah Kabupaten Tangerang terdapat 28 titik perlintasan, dan 11 perlintasan di antaranya tanpa palang pintu, 15 perlintasan telah dipasang palang pintu dan dua perlintasan ditutup.

"Sebanyak11 titik perlintasan yang belum memiliki penjagaan menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena berisiko terhadap keselamatan warga," katanya.

Baca juga: Tangerang evaluasi keberadaan perlintasan kereta tanpa palang pintu

Ia menegaskan, saat ini pembangunan palang pintu di 11 titik perlintasan sebidang itu masih dalam kajian kelayakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang.

"Kami sudah koordinasi juga dengan Dinas Perhubungan, segera ini dikaji sekaligus juga dimohonkan supaya semua titik ini akan kita upayakan dijaga secara bertahap," jelasnya.

Pihaknya menyambut baik wacana pembenahan 1.800 perlintasan kereta di Pulau Jawa yang menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah diketahui mengalokasikan anggaran Rp4 triliun kepada PT KAI untuk peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang.

Ia menambahkan, terdapat delapan titik perlintasan di wilayah Kabupaten Tangerang yang masuk dalam daftar peningkatan keselamatan oleh PT KAI. Di antaranya, terletak di Kampung Parigi, Cibelut, Cisauk Sinyal, Kampung Kandang, Jatake, terusan stasiun Tigaraksa - Cikoya, dan Kampung Gabus.

"Dishub juga sudah mendata di lokasi-lokasi mana saja yang 8 titik ini, dan nanti kita akan usulkan juga karena mereka kan butuh data, butuh lokasi, butuh titik juga," kata dia.

Baca juga: Pemkab Lebak usulkan pembangunan flyover di dua perlintasan kereta



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026