Tangerang (ANTARA) - Komisaris Rumah Sakit Sari Asih Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah mengaku optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat layanan kesehatan syariah global.
"Populasi muslim di Indonesia sangat besar serta memiliki pengalaman dalam pengembangan rumah sakit berbasis syariah," kata Arief Rachadiono Wismansyah saat jadi pembicara dalam acara "6TH International Islamic Healthcare Conference and Expo" di Tangerang, Banten, Rabu.
Ia mengatakan konsep rumah sakit syariah tidak sekadar label, melainkan harus diwujudkan melalui sistem pelayanan yang terintegrasi antara aspek medis dan nilai-nilai spiritual Islam.
“Pelayanan kesehatan syariah harus mampu memberikan ketenangan tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental dan spiritual bagi pasien,” kata Arief yang pernah jadi Wali Kota Tangerang selama 10 tahun.
Baca juga: Wamenkes Dante pastikan sertifikasi syariah sektor kesehatan tidak eksklusif
Ia juga mengatakan RS syariah terdiri dari berbagai aspek antara lain etika pelayanan, pendampingan ibadah pasien, hingga tata kelola rumah sakit yang sesuai prinsip syariah.
Karena itu, lanjutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia dari level perawat hingga direksi juga harus diperhatikan karena sebagai objek yang menerapkan konsep RS Syariah.
Selain itu Arief juga menekankan kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mendukung peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang berkualitas.
"Kami mengajak semua pihak untuk kolaborasi dalam penguatan ekosistem healthcare syariah melalui standarisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Baca juga: MUI sebut sertifikasi syariah bisa diterapkan di semua rumah sakit
Dalam menghadapi perkembangan global, lanjut Arief, inovasi dan digitalisasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi layanan kesehatan. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus kualitas pengalaman pasien.
“Digitalisasi harus tetap sejalan dengan nilai-nilai syariah, sehingga inovasi yang dilakukan tidak menghilangkan prinsip dasar pelayanan,” ucapnya.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menegaskan sertifikasi rumah sakit syariah merupakan upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan mengintegrasikan standar medis dan nilai-nilai keagamaan.
Konsep ini bersifat inklusif dan diharapkan dapat memberikan kenyamanan, ketenangan, serta pilihan layanan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Standar medis tetap mengikuti ketentuan umum, namun ditambah dengan nilai-nilai syariah sebagai pelengkap, sehingga tercipta layanan kesehatan yang holistik menggabungkan aspek medis dan spiritual," kata Wamenkes Dante.
Baca juga: Wamenkes: layanan Cath Lab di RSUD Tangerang setara RS nasional
Ketua Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) Masyhudi menyebutkan ada 40 rumah sakit yang telah tersertifikasi syariah, termasuk empat rumah sakit milik pemerintah. Selain itu terdapat sekitar 77 rumah sakit yang sedang dalam proses sertifikasi.
Secara nasional ada sekitar 3.200 rumah sakit di Indonesia, dengan sekitar 500 rumah sakit diantaranya merupakan rumah sakit berbasis Islam.
"Harapannya jumlah rumah sakit syariah akan terus meningkat seiring dengan semakin mudahnya proses sertifikasi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat," kata Masyhudi.
Baca juga: Legislator Banten: Efisiensi rumah sakit tak harus berdampak ke naker
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026