Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menyebutkan sedikitnya 126.000 anak atau 70 persen dari total target 180.000 sasaran telah melakukan imunisasi campak massal di wilayah itu.
"Prosesnya sudah berjalan. Cakupannya di Kabupaten Tangerang lebih kurang 70 persen anak sudah menerima imunisasi campak," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi di Tangerang, Senin.
Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan optimalisasi pengejaran target hingga 90 persen dalam pemberian imunisasi campak terhadap balita/anak yang ada di daerah tersebut.
"Jadi kita harus kejar sampai minimal 90 persen di bulan ini. Sampai nanti cakupannya terpenuhi," ujarnya.
Baca juga: Capaian vaksinasi campak di Banten tembus 68 persen
Ia mengungkapkan, untuk mengejar target sasaran dalam pelaksanaan imunisasi campak ini, pemerintah Kabupaten Tangerang tengah berupaya melakukan kegiatan secara dor to dor. Bahkan, katanya, setiap puskesmas diwajibkan melaksanakan pemberian vaksin campak tersebut.
"Kalau vaksin yang balita itu terutama di Posyandu. Tapi kita mengejarnya dalam waktu sebulan. Jadi ada yang dikunjungin, ada yang datang ke Puskesmas, ada yang di tempat-tempat lain juga," tuturnya.
Dalam hal ini, Kabupaten Tangerang, menargetkan sedikitnya 180.000 balita usia sembilan hingga lima tahun di daerah itu menerima imunisasi campak sebagai upaya untuk menekan kasus campak di Indonesia.
Pemberian imunisasi campak tambahan ini dilakukan terhadap semua balita baik anak yang sebelumnya telah mendapatkan imunisasi campak lengkap maupun baru.
Baca juga: Awal 2026, Dinkes Lebak catat temuan 322 anak alami suspek campak
Hal tersebut, katanya, guna meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh anak dari paparan virus menular.
Sementara, untuk distribusi vaksin campak balita ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menerima alokasi sebanyak 180 ribu yang digelontorkan oleh pemerintah provinsi dengan sesuai cakupan target yang ditentukan.
Saat ini, kata Hendra, terdapat tiga kecamatan sebagai wilayah terbanyak ditemukan kasus campak pada balita. Berdasarkan data periode Januari hingga Maret 2026 sedikitnya ada 140 kasus.
"Vaksin kita sudah dapat dari provinsi, sudah datang sebanyak itu. Alokasinya sesuai dengan jumlah target kita," kata dia.
Baca juga: Campak bisa sebabkan komplikasi berat jika tidak imunisasi
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026