Lebak (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten, menerjunkan Brigade Pangan menghadapi ancaman kemarau ekstrem atau "Godzilla" El Nino yang dapat terjadi di 2026 seperti yang diprediksikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Jumat, mengatakan dinas menerjunkan Brigade Pangan agar di musim kemarau nanti tetap dapat menghasilkan panen, guna mendukung program swasembada pangan.
Brigade Pangan, menurut Deni, ada hampir di 28 kecamatan dan mereka sudah mengikuti pelatihan dan kompetensi serta ketrampilan dari Kementerian Pertanian.
Selama ini, Brigade Pangan merupakan bagian garda terdepan dalam mengelola lahan pertanian secara profesional dan terampil dengan menjalankan usaha, sehingga dapat menyumbangkan pendapatan ekonomi petani.
Baca juga: Hadapi ancaman Godzilla El Nino, BPBD Lebak libatkan OPD
Pengelola usaha pertanian yang dilakukan Brigade Pangan menggunakan teknologi modern dan melibatkan generasi muda.
"Kami berharap Brigade Pangan dapat menghasilkan panen serempak dan mampu mewujudkan swasembada pangan melalui pertanian secara terstruktur, dengan skala pengelolaan seluas 200 hektar per brigade," katanya menjelaskan.
Menurut dia, Brigade Pangan sudah memiliki alat dan mesin pertanian (alsintan ) modern untuk mempercepat proses pengolahan tanah, penanaman, hingga panen.
Bahkan, ia mengatakan untuk menghadapi ancaman kekeringan akibat "Godzilla" El Nino mempersiapkan pompanisasi, perbaikan sarana irigasi, embung dan sumber mata air untuk memenuhi ketersediaan air.
Baca juga: Hadapi dampak Godzilla El Nino, bendungan diisi penuh
Selain itu, lanjutnya, mereka juga memiliki akses benih unggul, pupuk, dan pestisida.
"Dengan Brigade Pangan tetap kemarau menghasilkan produksi pangan," ujar lelaki alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Ia mengatakan, Kabupaten Lebak masuk daerah terbesar sebagai lumbung pangan di Provinsi Banten dengan Luas Tambah Tanam (LTT) seluas 157 ribu hektare per tahun.
Dari LTT 157 ribu hektare dapat menghasilkan padi panen sekitar 770 ribu ton dan jika dikalkulasikan pangan mencapai 440 ribu ton setara beras.
Sedangkan, kebutuhan konsumsi beras masyarakat Kabupaten Lebak berpenduduk 1,5 juta sekitar 180 ribu ton per bulan, sehingga surplus 260 ribu ton.
"Saya kira dari surplus 260 ribu ton itu bisa menyumbangkan ketersediaan pangan ke daerah lain, seperti Tangerang, Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi," katanya menjelaskan.
Baca juga: BMKG prakirakan cuaca mayoritas kota besar alami hujan
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026