Tangerang (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bangunan Sekolah Rakyat permanen nantinya menghadirkan perpustakaan konsep modern yang dapat diakses 24 jam dan bisa diakses masyarakat umum maupun siswa sekolah lain dengan jadwal yang ditetapkan.
"Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang alternatif bagi siswa untuk beraktivitas secara positif. Maka itu ke depan perpustakaan ini tidak hanya untuk siswa Sekolah Rakyat, tetapi juga bisa diakses masyarakat umum dan sekolah lain dengan pengaturan yang baik,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam acara peningkatan kapasitas serta pendampingan bagi tenaga pengelola perpustakaan Sekolah Rakyat di Serpong Tangerang, Banten, Rabu.
Mensos menuturkan dalam desainnya, perpustakaan akan menjadi bagian terdepan dari kawasan Sekolah Rakyat. Bahkan, pengunjung yang masuk ke lingkungan sekolah akan langsung melewati area perpustakaan sebagai simbol pentingnya literasi.
Baca juga: Pemkot Tangerang siapkan kebutuhan administrasi pembangunan Sekolah Rakyat
Ia menambahkan di sejumlah negara, perpustakaan telah menjadi destinasi utama saat liburan, terutama setelah adanya pembatasan penggunaan gawai pada anak usia sekolah. Tren serupa mulai terlihat di Indonesia, meski belum merata.
“Sudah mulai ada masyarakat yang membawa anak-anaknya ke perpustakaan sebagai alternatif rekreasi. Ini yang ingin kita dorong agar semakin luas,” ungkapnya.
Sementara itu saat ini pembangunan Sekolah Rakyat telah dimulai lebih dari 100 titik di berbagai daerah dengan nilai pembangunan berkisar Rp250 miliar hingga Rp300 miliar per lokasi.
Baca juga: Gedung Sekolah Rakyat di Lebak dioperasikan Tahun Ajaran 2026/27
Pembangunan Sekolah Rakyat juga dilakukan dengan melibatkan pihak yang kompeten di bidangnya. Untuk pembangunan fisik, pemerintah menyerahkannya kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna memastikan kualitas infrastruktur.
Saat ini, sejumlah daerah seperti Makassar telah memulai proses pembangunan dengan desain yang relatif seragam. Namun, untuk wilayah perkotaan, konsep bangunan akan disesuaikan dengan kondisi lahan, seperti pembangunan vertikal.
“Kami tidak ingin program ini terganggu oleh kepentingan proyek. Karena itu, semuanya diserahkan kepada ahlinya agar hasilnya optimal,” kata Mensos.
Kepala Perpustakaan Nasional Prof. Aminudin Aziz menambahkan pihaknya telah mendistribusikan buku ke perpustakaan Sekolah Rakyat dengan rincian 1.500 buku untuk jenjang SD, 1.500 buku untuk jenjang SMP dan 1.000 buku untuk tingkat SMA.
"Nanti di sekolah rakyat yang gedung permanen akan kita tingkatkan lagi sesuai dengan kondisi. Intinya adalah pada kebutuhan buku yang sesuai keinginan siswa," ujarnya.
Baca juga: Fasilitas gedung dan guru Sekolah Rakyat terus bertambah
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.