Serang (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten menggelar program PKK Mengajar guna mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah anak dan mencegah perundungan di kalangan pelajar.
Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni melalui keterangan di Serang, Senin, menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antar-peserta didik.
Ia mengharapkan kondisi tertentu pada teman sebaya tidak dijadikan bahan ejekan atau perundungan di lingkungan sekolah.
“Kita berharap tidak ada lagi sekolah yang terindikasi kekerasan anak-anak kita. Sekolah harus bisa merepresentasikan lingkungan yang ramah anak,” katanya saat memberikan arahan kepada para siswa di SMKN 2 Pandeglang.
Baca juga: Bunda PAUD Banten dorong sekolah inklusif bentuk karakter anak
Selain mengampanyekan anti-perundungan, program PKK Mengajar memberikan edukasi mengenai etika berkomunikasi yang baik dengan orang tua dan teman pergaulan, pentingnya bijak dalam bermain media sosial, serta wawasan kewirausahaan.
Ia menjelaskan program ini wujud kepedulian PKK, sebagai mitra strategis pemerintah, dalam mendukung pendidikan non-formal bagi generasi muda sekaligus mempersiapkan calon ayah dan ibu di masa depan.
"Kalian adalah kader-kader PKK di masa mendatang. Kami juga dulunya bersekolah dan punya cita-cita," katanya.
Ia memotivasi para siswa agar senantiasa memelihara harapan dan tekun belajar, karena pendidikan merupakan jalan utama untuk memutus mata rantai kemiskinan. SMKN 2 Pandeglang dipilih sebagai sasaran program karena dinilai memiliki kesiapan yang baik dalam mendukung pendidikan generasi muda.
Baca juga: Transportasi publik harus ramah perempuan dan anak
Kepala SMKN 2 Pandeglang Ade Firdaus menyambut baik kegiatan edukatif tersebut.
Ia memaparkan saat ini sekolahnya mendidik 1.800 siswa yang tersebar dalam delapan program keahlian.
Ia juga menyebutkan SMKN 2 Pandeglang salah satu model SMK di Provinsi Banten dalam penerapan Kurikulum Pembelajaran Mendalam.
"SMKN 2 Pandeglang juga telah memanfaatkan energi hijau atau berkelanjutan dengan memanfaatkan panel sinar matahari dengan kapasitas maksimal 25 kWh," ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan PKK Mengajar tersebut, Tinawati beserta rombongan juga menyempatkan diri untuk meninjau sejumlah fasilitas sekolah. Peninjauan meliputi laboratorium teknik komputer dan jaringan, perpustakaan, ruang praktik pengolahan hasil pertanian, otomotif, agribisnis hortikultura, hingga kelistrikan.
Baca juga: Antisipasi perundungan, KPAI minta orang tua pererat komunikasi anak9
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026