Tangerang (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Dina Lorenza Audira mengatakan green tourism atau wisata hijau yang disiapkan oleh pemerintah daerah dapat memberikan dampak signifikan pada peningkatan ekonomi dan kunjungan wisatawan.
"Sekarang ini, masyarakat tak hanya datang ke suatu tempat karena ikonik tetapi sudah pada tempat yang mengedepankan green tourism. Jika ini bisa dikembangkan Pemkot Tangerang maka dapat memberikan pada peningkatan PAD karena semakin banyak yang datang," kata Dina Lorenza pada kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Kota Tangerang, Senin.
Perlu diketahui green tourism adalah konsep pariwisata berkelanjutan yang mengutamakan pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan efisiensi sumber daya.
Baca juga: Komisi VII DPR RI harapkan pariwisata jadi sumbu peningkatan ekonomi
Ia mengatakan, peningkatan polusi di wilayah Jabodetabek menjadi tantangan bagi daerah dalam menghadirkan lokasi yang nyaman dan juga sehat.
Maka itu keterlibatan sumber daya dan masyarakat sekitar juga sangat penting seperti kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam mempromosikan dan menjaga lingkungan dari penyebaran polusi.
"Menekan polusi itu bukan hanya dari Pemda melalui aturan tetapi juga kesadaran warga menjaga lingkungan. Jika ada potensi penyebaran maka bisa diatasi segera karena ini bisa berdampak pada sumber daya alam dan sektor wisata," ujarnya.
Baca juga: DPR RI: Kerjasama bidang wisata harus berikan keuntungan daerah
Wali Kota Tangerang Sachrudin menuturkan Kota Tangerang memiliki posisi strategis karena didukung aksesibilitas yang sangat baik. Selain kedekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang juga dilintasi jaringan jalan nasional, jalan tol, serta terhubung langsung dengan wilayah Jakarta, Banten, dan sekitarnya.
Kemudahan akses ini menjadi modal penting dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Selain itu, Kota Tangerang juga didukung oleh infrastruktur pariwisata yang memadai, dengan lebih dari 103 hotel/apartemen serta lebih dari 1885 restoran/cafe/ dan usaha kuliner yang tersebar di seluruh wilayah kota.
"Kota Tangerang tidak memiliki potensi wisata alam seperti pegunungan, pantai, maupun kawasan hutan wisata. Oleh karena itu, kami terus mengembangkan kekuatan Kota Tangerang pada sektor wisata urban, wisata belanja, wisata kuliner, serta event dan budaya," ujarnya.
Baca juga: Kemenpar siap fasilitasi penataan Sungai Cisadane jadi destinasi unggulan
Ia juga mengatakan melalui konsep Tangerang LIVE yakni Layak huni, investasi, dikunjungi dan kota pintar dengan mengoptimalkan digitalisasi, pihaknya terus mengembangkan ruang-ruang publik menjadi destinasi wisata yang menarik.
Berbagai kawasan seperti Taman Elektrik, Puspem Kota Tangerang, Masjid Raya Al-A’zhom, Pasar Lama, dan Museum Benteng Heritage, hingga taman-taman tematik seperti Taman Potret, Taman Gajah Tunggal, dan Eco Park, menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.
"Kota Tangerang juga berkembang sebagai destinasi sport tourism. Stadion Benteng Reborn dan berbagai GOR yang tersebar di wilayah kota kerap menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, baik tingkat daerah maupun nasional," katanya.
Baca juga: Buat tarik wisatawan, Pemkab Lebak kembangkan wisata hijau
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026