Jakarta (ANTARA) - Yoghurt beku kerap menjadi pilihan camilan favorit atau sebagai hidangan penutup yang dingin dan nikmat mirip dengan es krim.

Dikutip dari laman Everyday Health (9/4), seorang ahli diet terdaftar di Baltimore dan juru bicara untuk Academy of Nutrition and Dietetics Julie Stefanski, RDN, banyak yang masih ragu apakah yoghurt beku lebih sehat daripada es krim, atau apakah kedua makanan tersebut pada dasarnya sama secara nutrisi.

Ahli menyebut es krim biasanya mengandung susu atau krim (atau kombinasi keduanya), pemanis, dan perisa.

Agar suatu makanan penutup dapat disebut "es krim," Departemen Pertanian AS mensyaratkan makanan tersebut harus mengandung setidaknya 10 persen lemak susu, baik dari susu maupun krim.

Es krim yang diproduksi secara komersial juga mungkin mengandung penstabil untuk mencegah pembentukan kristal es dan pengemulsi untuk menjaga agar lemak dan air tidak terpisah selama proses pembekuan, semuanya untuk memberikan tekstur yang lembut dan creamy.

Baca juga: Ini manfaat mencampur buah dan susu untuk pencernaan

Sementara yoghurt beku sering dibuat dari susu kultur, yang berarti susu yang telah melalui proses fermentasi melalui paparan kultur aktif hidup (bakteri "baik"), kata Emily Villaseca, RDN , seorang ahli diet-nutrisi terdaftar di Dallas dan pendiri Pass the Chia.

Seperti es krim, yoghurt beku biasanya mengandung pemanis dan perisa, serta penstabil dan pengemulsi.

"Yoghurt beku mungkin lebih rendah lemak, tetapi banyak pilihan mengandung gula sebanyak es krim biasa. Beberapa yoghurt beku mengandung lebih banyak gula daripada es krim," kata Villaseca.

Yoghurt beku biasanya hanya memiliki sedikit lebih banyak protein daripada es krim (perbedaan kurang dari 1 gram per sajian).

Meskipun demikian, beberapa merek mulai merilis yoghurt beku ala Yunani, yang mungkin memiliki sedikit lebih banyak protein dibandingkan dengan es krim biasa.

Saat memilih makanan penutup beku, Stefanski menyarankan untuk memperhatikan kandungan kalori, lemak, dan gula, lalu memilih yang sesuai dengan tujuan kesehatan pribadi Anda.

Baca juga: Ini manfaat mencampur buah dan susu untuk pencernaan

Stefanski menyarankan untuk memilih item porsi tunggal, seperti es krim yoghurt beku, daripada mengambil sembarangan dari karton atau memesan porsi besar di toko yoghurt beku.

Sementara Villaseca menyarankan untuk memilih fro-yo dengan kandungan gula tambahan tidak lebih dari 10 g per sajian.

Pilih buah segar dan kacang-kacangan, yang kaya nutrisi. Hindari permen, karamel, atau saus cokelat, yang meningkatkan gula dan kalori.

"Baik es krim maupun yoghurt beku dapat menjadi bagian dari diet sehat. Dengan menyadari apa yang Anda makan sepanjang hari, dan seberapa sering ingin memasukkan es krim atau yoghurt beku sebagai makanan penutup, akan memudahkan untuk memutuskan mana yang merupakan pilihan paling sehat," tegas Villaseca.

Baca juga: Ini kebiasaan yang bisa mempengaruhi kesehatan metabolisme



Pewarta: Fitra Ashari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026