Lebak (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten mencatat temuan 322 suspek campak pada pasien anak yang mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan selama periode Januari hingga pertengahan Maret 2026.

"Semua penderita suspek campak itu tidak ada laporan yang meninggal dunia," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Lebak, Banten Nining Tilawah di Lebak, Jumat.

Ia juga menjelaskan, penemuan kasus suspek campak tersebut berdasarkan laporan petugas fasilitas kesehatan di sejumlah kecamatan.

Meski temuan suspek campak dari kalangan anak - anak cukup banyak, namun  terkonfirmasi tidak ditemukan positif.

Baca juga: Campak bisa sebabkan komplikasi berat jika tidak imunisasi

Untuk memastikan diagnosis, Dinas Kesehatan setempat telah melakukan pengambilan sampel darah dari kasus suspek tersebut.

Sampel itu kemudian dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk dilakukan pemeriksaan.

"Semua hasilnya itu negatif dan tidak ditemukan positif campak," katanya.

Untuk menindaklanjuti temuan itu,  Dinkes Kabupaten Lebak meluncurkan program "Kejar Imunisasi" agar seluruh anak bisa dilakukan vaksin imunisasi campak Measles/Rubeola (MR).

Pihaknya menargetkan sasaran imunisasi campak MR sebanyak 10.401 anak dengan usia 9 bulan sampai 59 bulan.

Para petugas puskesmas ke lapangan untuk melakukan imunisasi di posyandu desa/kelurahan untuk mencapai target sasaran.

Baca juga: 10 ribu nakes di Tangerang segera diberi imunisasi campak

Saat ini, pihaknya sudah melakukan imunisasi campak MR terhadap sebanyak 2.291 anak atau 22 persen dari sasaran 10.401 anak.

"Kita berharap semua anak-anak di sini bisa dilakukan imunisasi campak hingga berakhir 17 April 2026. Sebab, imunisasi itu sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit berbahaya," katanya menjelaskan.

Menurut dia, penyakit campak karena infeksi virus MR yang sangat bahaya dan menular melalui udara/droplet, juga menyerang sistem pernapasan, dan mematikan, terutama pada anak-anak yang belum divaksinasi.

Gejalanya meliputi demam tinggi, ruam kulit, batuk, pilek, dan mata merah.

Komplikasi campak yang sudah parah bisa mengakibatkan pneumonia dan ensefalitis (radang otak) hingga menyebabkan kematian.

"Kami minta orang tua agar anak-anaknya dapat diimunisasi campak MR guna mencegah penyakit berbahaya," katanya.

Baca juga: Orang tua diingatkan tanda komplikasi penyakit campak



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026