Lebak (ANTARA) - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten Nining Tilawah menyatakan masyarakat di daerah itu sudah terbebas dari penyebaran penyakit filariasis (kaki gajah) dan frambusia (sejenis penyakit kulit yang menyerang sekujur tubuh).
"Kita mengapresiasi, penyakit kaki gajah dan penyakit kulit itu kini sudah tidak ditemukan lagi," kata Nining di Lebak, Jumat.
Dinkes Kabupaten Lebak beberapa tahun lalu berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan melakukan pengobatan massal di daerah endemik kaki gajah di Kecamatan Maja, Warunggunung, Lebak Gedong, dan Cipanas.
Baca juga: Kasus frambusia di Kampung Badui Dalam belum ditemukan
Selain itu, juga pengobatan frambusia di kawasan masyarakat Badui Dalam di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar.
Petugas kesehatan melakukan pengobatan massal langsung terjun ke daerah endemik penularan penyakit tersebut.
Saat ini penyakit kaki gajah di empat kecamatan dan penyakit kulit di Badui, termasuk malaria di pesisir selatan Kabupaten Lebak sudah tidak ditemukan lagi.
"Kami minta masyarakat tetap membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) , karena kunci pencegahan penyakit menular maupun penyakit tidak menular adalah PHBS," kata Nining.
Menurut dia, penyakit kaki gajah masuk jenis golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.
Setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa, maka berkembang menjadi penyakit tersebut.
Baca juga: Hadapi ancaman kemarau panjang, Dinkes Lebak gencar sosialisasi PHBS
Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin, baik perempuan maupun laki-laki.
Penyakit kaki gajah bukanlah penyakit yang mematikan, namun demikian bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasakan memalukan, bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Nining mengatakan masyarakat Kabupaten Lebak terbebas penyakit kaki gajah sejak tahun 2022 dan frambusia 2023, termasuk malaria.
Pernyataan terbebas dari penyakit tersebut dengan diberikan sertifikat dari Kementerian Kesehatan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.
"Kami mendorong masyarakat dapat meningkatkan derajat kesehatan dengan membudayakan PHBS," katanya.
Baca juga: 10 ribu nakes di Tangerang segera diberi imunisasi campak
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026