Lebak, Banten (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) melibatkan akademisi IPB University untuk melakukan survei pencetakan sawah baru di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
"Kita mengapresiasi Lebak akan dijadikan daerah lumbung pangan nasional, karena didukung lahan luas," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Banten, Kamis.
Saat ini, banyak lahan di Kabupaten Lebak yang tidak produktif, padahal lahan tersebut bisa menjadikan sentra penghasil produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurut dia, kehadiran tim akademisi IPB itu ditunjuk Kementan sebagai tenaga teknis untuk survei investigasi dan desain (SID).
Kegiatan survei itu merupakan tahapan perencanaan teknis simultan yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan menganalisis kondisi lapangan.
Baca juga: Pemkab Lebak tetapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 28.100 hektare
Selain itu, juga merancang spesifikasi infrastruktur sebelum dilaksanakan proyek pekerjaan fisiknya, karena sektor pertanian harus berkembang lebih modern dan berkepanjangan.
Pelaksanaan survei itu berlangsung di lahan-lahan yang layak untuk cetak sawah baru, seperti adanya ketersediaan sumber air dari aliran sungai maupun sumber mata air lainnya.
Ia mengatakan potensi pencetakan sawah baru di Kabupaten Lebak mencapai ratusan hektare dan dipastikan dapat menyumbangkan ketersediaan pangan nasional.
"Kami meyakini adanya survei dari IPB itu dipastikan jumlah areal sawah di daerah ini akan bertambah, sehingga berdampak terhadap peningkatan produksi pangan," katanya menjelaskan.
Baca juga: Dukung angkutan hasil sawah 200 ha, Banten bangun jalan di Lebak
Menurut dia, pihaknya telah menginstruksikan petani melakukan percepatan tanam pada 2026 agar melebihi target areal 130.000 hektare dengan menghasilkan produksi beras sebanyak 400.000 ton.
Dari 400.000 ton setara beras itu untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Lebak berpenduduk 1,5 juta jiwa rata-rata sebanyak 180 ribu ton per tahun, sehingga ada surplus 220 ribu ton atau cukup untuk persediaan hingga 15 bulan ke depan.
Selain itu, produksi pangan juga menjadi andalan kesejahteraan petani, terlebih saat ini harga eceran tertinggi (HET) beras mencapai Rp12.500 per kilogram.
"Kami minta petani ke depannya agar meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari 2,65 menjadi 3,00 musim tanam dalam setahun, sehingga bisa tanam seluas 156.000 hektare dari luas sawah baku 52.000 hektare," katanya.
Baca juga: Pemkab Lebak jaga kawasan LP2B tidak dialihfungsikan
Pewarta: Mansyur SuryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026