Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten mulai menyiapkan kebutuhan administrasi terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat di aset Kemenkum seluas 6,3 hektare yang berlokasi di Jalan Lapas Pemuda (samping Balekota Mall).
”Kami telah melakukan koordinasi dengan Kemenkum, Kemensos, dan Kementerian PUPR untuk menindaklanjuti rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Tangerang. Kami tentunya sangat mendukung penuh," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Yeti Rohaeti di Tangerang Rabu.
Yeti menuturkan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis nasional untuk memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan.
Baca juga: Fasilitas gedung dan guru Sekolah Rakyat terus bertambah
Maka itu berbagai persiapan pun telah dilakukan diantaranya persyaratan administrasi seperti penyelesaian sertifikasi aset, perizinan bahkan AMDAL yang segera ditindaklanjuti pada anggaran perubahan tahun ini.
”Kami langsung bergerak cepat menindaklanjuti rencana pembangunan Sekolah Rakyat ini. Setelah melakukan koordinasi bersama pemerintah pusat kemarin," ujarnya.
Yeti mengatakan, Pemerintah pusat menargetkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat yang nantinya mencakup semua strata pendidikan wajib belajar di Indonesia mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Selain itu, Pemkot Tangerang berharap rencana realisasi pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera menemukan titik terang sehingga bisa dibuka untuk mencetak generasi muda berkualitas di Kota Tangerang.
”Kami berharap rencana pembangunan Sekolah Rakyat ini bisa berjalan lancar karena bermanfaat besar membuka akses pendidikan khususnya bagi anak-anak dari kalangan keluarga kurang mampu di Kota Tangerang,” kata dia.
Baca juga: Gedung Sekolah Rakyat di Lebak dioperasikan Tahun Ajaran 2026/27
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026