Ternate (ANTARA) - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara, melaporkan terjadi erupsi Gunung Dukono dengan melontarkan abu mencapai 1.400 meter di atas puncak gunung. 

"Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Dukono kembali meningkat, kami meminta warga untuk tetap waspada," kata Petugas PGA Dukono, Bambang Sugiono dihubungi dari Ternate, Sabtu.

Dia menjelaskan, erupsi terjadi sekitar pukul 11.08 WIT. Kolom abu teramati membumbung tinggi dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas tebal, serta condong ke arah barat daya mengikuti arah angin.  

“Iya, erupsi tadi sekitar pukul 11.08 WIT dengan ketinggian kolom abu teramati mencapai 1.400 meter di atas puncak gunung,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Ternate.

Selain pengamatan visual, aktivitas erupsi juga terekam melalui alat seismograf.  

Baca juga: Jumat pagi, Gunung Semeru empat kali erupsi

Berdasarkan data yang dihimpun, letusan tersebut memiliki amplitudo maksimum 27 mm dengan durasi sekitar 55,07 detik. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih cukup intens dan terjadi secara periodik. 

Gunung Dukono yang memiliki ketinggian 1.087 meter di atas permukaan laut saat ini masih berada pada Status Level II atau Waspada. 

Status ini mengindikasikan adanya aktivitas vulkanik di atas normal, sehingga masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah sekitar gunung.

PGA Dukono mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat maupun wisatawan. Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun, termasuk mendaki dan mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.  

Baca juga: Gunung Marapi Sumbar terus tunjukkan aktivitasnya

Petugas juga mengingatkan erupsi Gunung Dukono bersifat fluktuatif dan dapat terjadi sewaktu-waktu dengan sebaran abu yang tidak menentu. Hal ini disebabkan oleh faktor arah dan kecepatan angin yang dapat berubah, sehingga wilayah terdampak abu vulkanik bisa berpindah-pindah. 

“Mengingat letusan dengan abu vulkanik terjadi secara periodik dan sebarannya mengikuti arah angin, maka area landaan abu tidak tetap,” jelas Bambang.

Selain potensi bahaya dari lontaran material vulkanik, abu vulkanik juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Oleh karena itu, dia berharap masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah terdampak diminta untuk selalu menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Hingga saat ini, kondisi di sekitar Gunung Dukono masih dalam pemantauan intensif oleh petugas PGA. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga serta memberikan informasi terkini terkait perkembangan aktivitas gunung tersebut.

"Dengan aktivitas erupsi yang masih berlangsung, masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta mengikuti seluruh imbauan resmi dari otoritas terkait guna meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik Gunung Dukono," ujarnya.

Baca juga: Tim SAR temukan dua korban lahar dingin Gunung Merapi

 



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026