Tangerang (ANTARA) - Kehadiran akses tol langsung Paramount Petals di koridor tol Jakarta-Merak (ruas tol Jakarta-Tangerang KM 25) menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan aktivitas ekonomi kawasan, khususnya sektor retail dan komersial.
"Arus mobilitas yang semakin lancar membuka peluang baru bagi pelaku usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya tarik kawasan bagi pelaku bisnis untuk hadir dan berkembang," kata Direktur Paramount Land Chrissandy Dave.
Selain itu kehadiran akses tol langsung menjadi game changer yang mengubah peta mobilitas secara signifikan. Waktu tempuh menuju berbagai destinasi utama seperti Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta, hingga kawasan industri di koridor barat Jakarta kini menjadi jauh lebih efisien dan praktis.
Baca juga: Akses tol KM25 Jakarta-Merak ditarget beroperasi pertengahan tahun
Infrastruktur strategis ini menjadi katalis utama yang meningkatkan nilai kawasan, memperkuat konektivitas, mempermudah mobilitas dan mendorong pertumbuhan investasi serta potensi peningkatan nilai properti.
"Saat ini, pembangunan akses tol telah memasuki tahap Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO), serta dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026," katanya.
Paramount Petals merupakan kota mandiri baru seluas 400 hektar yang dikembangkan oleh Paramount Land dan dirancang dengan konsep jangka panjang yang terintegrasi dan berkelanjutan sebagai ‘The Next Gading Serpong’.
Cok Putra Tri Utama, Direktur Project Management Paramount Land mengatakan Paramount Petals juga membangun infrastruktur kawasan secara paralel, termasuk jalan boulevard yang menghubungkan Paramount Petals Selatan hingga exit tol di Paramount Petals Utara.
Paramount Petals telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan sekitar 1.300 unit terbangun, sekitar 1.000 unit telah diserahterimakan, dan lebih dari 600 kepala keluarga menempati.
Baca juga: Pembangunan tol Jakarta-Tangerang KM25 masuki persiapan uji laik
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.