Serang (ANTARA) - Indeks pembangunan keluarga di Provinsi Banten mencapai angka 64,8 poin atau masuk dalam kategori sangat baik dan mencatatkan capaian signifikan dalam Program Bangga Kencana sepanjang 2025.

Gubernur Banten, Andra Soni, di Serang, Rabu, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah provinsi, kabupaten, kota, serta berbagai mitra kerja dalam memperkuat ketangguhan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.

"Segala kebijakan dan program itu akan terlaksana dengan baik bila kita memiliki keluarga-keluarga yang tangguh," ujar Andra Soni dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana di Pendopo Gubernur Banten.

Baca juga: Program Genting berhasil turunkan angka stunting di Provinsi Banten

Selain indeks pembangunan keluarga, aspek pengendalian penduduk di Banten juga menunjukkan hasil positif dengan angka Total Fertility Rate (TFR) mencapai 1,97, berada di bawah standar nasional yang ditetapkan sebesar 2,01.

Gubernur menjelaskan bahwa penguatan peran keluarga menjadi kunci efektivitas program prioritas lainnya, seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program-program tersebut, kata dia, dirancang untuk menyasar keluarga guna menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

"Program MBG, misalnya, tidak hanya meningkatkan gizi tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pertanian dan peternakan," imbuhnya.

Atas capaian tersebut, Banten berhasil menyusun 100 persen peta jalan pembangunan kependudukan dan menerima apresiasi resmi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN).

Baca juga: Dalam bonus demografi daerah, Gubernur Banten tekankan peran keluarga

Sementara itu, Deputi Bidang Bina KBKR Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin, mengapresiasi langkah strategis Banten dalam menyinkronkan kebijakan daerah dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto.

"Rakorda ini memastikan koordinasi siapa mengerjakan apa. Fokus kita adalah penguatan sumber daya manusia untuk menyambut bonus demografi dan Indonesia Emas 2045," kata Wahidin.

Ia menekankan pentingnya investasi SDM dan sistem satu data sebagai bagian dari transformasi kelembagaan yang harus segera diimplementasikan di lapangan.

Baca juga: BKKBN sosialisasi Program Bangga Kencana tekan stunting



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026