Serang, Banten (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten memastikan stok dan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Banten dalam kondisi stabil dan tidak mengalami kenaikan harga.
Gubernur Banten Andra Soni di Serang, Rabu, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu penyesuaian harga yang memicu antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
"Masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu berbondong-bondong melakukan antrean di SPBU, apalagi melakukan penimbunan BBM," katanya.
Andra menjelaskan bahwa kepastian tersebut merujuk pada keputusan pemerintah pusat melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang telah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan PT Pertamina untuk tidak menaikkan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi.
Baca juga: Pemerintah pastikan BBM subsidi dan non subsidi tidak naik
Selain menjamin stabilitas harga, Gubernur Banten juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan work from home (WFH) yang diarahkan pusat sebagai upaya efisiensi energi nasional.
Ia menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten untuk menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal penghematan konsumsi BBM.
"Kami mendukung kebijakan WFH, khususnya pada hari Jumat. ASN diharapkan dapat berhemat dalam penggunaan BBM dan menjadi contoh bagi masyarakat agar tidak melakukan pemborosan," tuturnya.
Kebijakan tidak naiknya harga BBM ini, menurut Andra, merupakan langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menjunjung tinggi kepentingan masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika kondisi global.
Baca juga: Pemkot Tangerang imbau warga tidak beli BBM berlebihan
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026