Penambahan dermaga satu pasang itu bisa mengantisipasi 4 unit kapal Jadi kalau dua pasang Dermaga maka akan jadi 8 unit kapal ini bisa menambah kapasitas dari 28 kapal adalah sekitar 35% kira-kira. Penambahan Dermaga juga penting untuk mengantisipasi
Kota Cilegon (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, Selasa (31/3), melakukan kunjungan kerja ke kantor ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak untuk meninjau langsung kondisi arus balik Lebaran di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten.
Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan kelancaran layanan penyeberangan, khususnya bagi pemudik yang kembali dari Pulau Jawa menuju Sumatera maupun sebaliknya.
Usai pertemuan bersama General Manager ASDP Cabang Utama Merak, Umar Imran Batubara, Bambang menyoroti dinamika arus balik di lapangan.
Meski secara umum menurutnya arus penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera terpantau cukup lancar. Dirinya juga menyoroti pelayanan arus balik yang dari Sumatera atau dari Bakauheni, karena arus balik lebih banyak dari Sumatera.
Baca juga: Polda Banten catat angka kecelakaan pada mudik 2026 turun 58 persen
Pada kesempatan ini, Bambang juga menyoroti masih terjadinya antrean kapal saat akan sandar di pelabuhan. Ia mengungkapkan, dari total 72 kapal yang tersedia, hanya sekitar 28 kapal yang dapat dioperasikan secara reguler.
Hal ini disebabkan keterbatasan jumlah dermaga yang saat ini hanya berjumlah tujuh unit.
"Setiap dermaga idealnya dapat melayani hingga empat kapal. Dengan kondisi tersebut, lebih dari 60 persen kapal tidak dapat dioperasikan secara maksimal, terutama saat lonjakan penumpang terjadi," jelasnya.
Bambang menilai, untuk mengatasi persoalan ini diperlukan evaluasi menyeluruh baik dari operator pelayaran maupun regulator, seperti Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Evaluasi ini penting untuk mengatasi kendala operasional yang dihadapi perusahaan pelayaran.
Baca juga: Puncak arus balik di Pelabuhan Merak terpantau lancar
Ia menambahkan, penambahan dermaga di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni menjadi solusi mendesak untuk mengatasi persoalan ini. Satu pasang dermaga dinilai mampu mengakomodasi hingga empat kapal tambahan. Jika ditambah dua pasang dermaga, maka kapasitas dapat meningkat hingga delapan kapal atau sekitar 35 persen dari kapasitas saat ini.
Dengan tren kenaikan penumpang yang mencapai 8 hingga 10 persen setiap tahun, penambahan dermaga dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
"Penambahan dermaga satu pasang itu bisa mengantisipasi 4 unit kapal Jadi kalau dua pasang Dermaga maka akan jadi 8 unit kapal ini bisa menambah kapasitas dari 28 kapal adalah sekitar 35% kira-kira. Penambahan Dermaga juga penting untuk mengantisipasi peningkatan penyeberangan akibat dari jalan tol nanti kalau sudah tersambung itu tentu akan meningkatkan jumlah masyarakat yang akan mudik," katanya.
Baca juga: Lebih dari 651 ribu penumpang dan 169 ribu kendaraan menuju Jawa
Bambang juga meminta agar angkutan logistik tidak dikorbankan setiap kali musim mudik lebaran, dengan ditahan di rest area, pinggir jalan, maupun area pelabuhan.
"Yang menjadi catatan, bahwa menjaga kelancaran distribusi logistik ini sangat penting. Jika distribusi logistik terganggu, maka akan berdampak pada perdagangan, industri, hingga kenaikan harga kebutuhan pokok yang berujung pada inflasi dan penurunan daya beli masyarakat," tambahnya.
Ia pun mendesak agar pembangunan dermaga baru dapat segera direalisasikan dan tidak lagi ditunda.
Terlebih, saat ini masih terdapat penggunaan dermaga darurat yang dinilainya tidak memenuhi standar keselamatan karena berdekatan dengan aktivitas bongkar muat komoditas seperti batu bara dan bijih besi.
“Ke depan harus dibangun dermaga reguler yang aman, nyaman, dan menjamin keselamatan pengguna jasa,” tegasnya.
Baca juga: 49 persen sudah kembali dari Sumatera, puncak arus balik kedua akhir pekan ini
Pewarta: Susmiatun HayatiUploader : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026