Tangerang (ANTARA) - Jasa Marga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division selaku pengelola Ruas Tol Jakarta–Tangerang, mempercepat proses perbaikan di 92 titik ruas jalan yang rusak guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan saat mudik Lebaran 2026.

Senior General Manager JMT Widiyatmiko Nursejati menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan upaya perbaikan jelang layanan arus mudik dengan mengerahkan sejumlah tim di lapangan.

"Kami terus mengoptimalkan upaya perbaikan melalui pengerahan beberapa tim pemeliharaan yang bekerja secara bertahap di sejumlah titik. Saat ini terdapat tiga tim rekonstruksi dengan masing-masing 15 personel, satu tim _Scrapping, Filling, and Overlay_ (SFO) beranggotakan 10 personel, serta enam tim patching beranggotakan masing-masing lima personel," jelas Widiyatmiko dalam keterangannya diterima di Tangerang, Banten, Sabtu.

Baca juga: Jasa Marga sebut 14 persen kendaraan telah keluar Jakarta

Dia mengaku, dalam beberapa waktu terakhir, pekerjaan pemeliharaan perkerasan mengalami berbagai tantangan, diantaranya masih tingginya curah hujan di wilayah Jabodetabek.

Menurutnya, dengan tingginya curah hujan dapat mempengaruhi daya dukung lapisan perkerasan, sementara tingginya volume kendaraan berat yang melintas, termasuk kendaraan dengan muatan berlebih, memberikan beban berulang pada struktur jalan yang semakin memperparah kerusakan.

"Saat ini perbaikan perkerasan dilakukan secara bertahap di sepanjang Ruas Tol Jakarta–Tangerang dengan prioritas penanganan mulai dari KM 8 sampai dengan KM 26," ujarnya.

Baca juga: Jalan tol seksi II Rangkasbitung-Cileles dibuka gratis

Selain itu, kata dia, pihaknya juga tengah melakukan percepatan penanganan perbaikan perkerasan jelang puncak arus mudik untuk menjaga kapasitas jalan dapat melayani pemudik dengan optimal.

"Pekerjaan perbaikan permanen seperti rekonstruksi dan SFO masih dapat dilaksanakan hingga 15 Maret 2026, dengan mempertimbangkan telah memasuki masa puncak arus mudik Idulfitri 1447H," katanya.

"Sementara itu, penanganan sementara seperti patching tetap dapat dilanjutkan selama periode pelayanan arus mudik dan balik melalui tim sapu lubang yang secara rutin melakukan penyisiran di sepanjang ruas tol," tambahnya.

Dia menyebut, sejak 11 Maret 2026, perbaikan perkerasan telah dilakukan di sejumlah titik pada Ruas Tol Jakarta–Tangerang, antara lain; KM 26+500 s.d. KM 26+400 arah B lajur 2, KM 25+600 s.d. KM 25+300 arah B lajur 3, KM 25+100 s.d. KM 25+000 arah B lajur 3.

Baca juga: Kerusakan jalan Tol Jakarta-Tangerang dapat sorotan DPR RI

Kemudian, KM 18+280 arah B lajur 2 KM 11+000 s.d. KM 10+900 arah B lajur 2, KM 12+100 s.d. KM 12+400 arah A lajur 2, KM 21+610 s.d. KM 21+750 arah A lajur 2, KM 25+100 s.d. KM 25+150 arah A lajur 2 dan KM 25+050 s.d. KM 25+400 arah A lajur 3.

Sementara itu, pekerjaan pemeliharaan perkerasan juga terus dilanjutkan pada Kamis malam (12/03) melalui metode patching di 92 titik pekerjaan yang tersebar di dua arah lalu lintas Ruas Tol Jakarta-Tangerang.

"Sebanyak 49 titik pekerjaan berada di Jalur A pada rentang KM 2+100 s.d. KM 26+300, sementara 43 titik lainnya berada di Jalur B pada rentang KM 1+700 s.d. KM 23+150. Pekerjaan dilaksanakan dengan waktu pelaksanaan pukul 22.00 WIB hingga 04.30 WIB guna meminimalkan potensi gangguan terhadap arus lalu lintas," paparnya.

Dalam hal ini, Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama melintasi beberapa lokasi dengan kondisi perkerasan yang kurang baik.

Jasa Marga juga memastikan bahwa proses pekerjaan tetap berlangsung secara bertahap di lapangan dengan memprioritaskan titik-titik yang membutuhkan perbaikan.

"Jasa Marga memastikan proses perbaikan perkerasan jalan akan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas agar pelayanan kepada pengguna jalan tetap berjalan dengan baik," kata dia.

Baca juga: ASTRA Infra siap ciptakan perjalanan aman dan nyaman di periode Lebaran

 



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026