Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang, Polda Banten mengimbau kepada para pemudik baik roda dua dan empat yang melintasi wilayah Tangerang menuju Pelabuhan Merak untuk ekstra waspada atas kondisi jalan rusak yang akan mengancam keselamatan perjalanan.
Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli Lalu Lintas (Turjawali) Polresta Tangerang, Iptu Asep Dedi Budiman di Tangerang, Sabtu mengatakan bahwa di sebagian jalur arteri Serang-Tangerang saat ini masih dalam kondisi rusak.
Kendati demikian, kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh para pengendara yang hendak melakukan mudik Lebaran melalui jalur itu.
"Untuk jalan rusak atau jalan berlubang, ada beberapa titik wilayah, di antaranya dari mulai Kecamatan Cikupa, Cibadak, Balaraja, Gembong, sampai ke Jayanti," katanya.
Baca juga: Kerusakan jalan Tol Jakarta-Tangerang dapat sorotan DPR RI
Pihaknya mencatat, terdapat empat titik lokasi jalan masuk dalam zona rawan penyebab kecelakaan lalu lintas akibat kerusakan jalan tersebut. Sehingga, upaya koordinasi dilakukan bersama pemerintah daerah guna melakukan pengawasan dan perbaikan.
"Dan upaya kita, baik secara mandiri maupun secara berjenjang melalui koordinasi dengan Pemerintah Daerah, mengingat jalur jalan di wilayah hukum kita ini terbagi beberapa bagian, yaitu jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten," jelasnya.
Dia juga menyebut, bahwa kondisi kerusakan jalan mayoritas berada di ruas jalan nasional yang kewenangannya pemerintah pusat. Bahkan, katanya kerusakan jalan itu cukup berat mengingat masih banyaknya lubang-lubang.
"Kita sudah memberikan tembusan melalui Pemerintahan Kabupaten untuk diteruskan ke pusat untuk segera diperbaiki jalan di jalur terutama di wilayah hukum Polresta Tangerang untuk persiapan arus mudik Lebaran 2026," paparnya.
Baca juga: DPUPR Kota Tangerang selesaikan pengaspalan sejumlah titik jalur mudik
Sebagai menjaga kelancaran pada periode mudik Lebaran ini, Polresta Tangerang telah melakukan pemetaan dan menyiapkan beberapa strategi dalam menangani permasalahan jalan dan arus lalu lintas tersebut.
Sejumlah posko, baik layanan hingga pengamanan juga telah disiapkan sebanyak 12 unit yang masuk jalur Kabupaten Tangerang, baik di Tol maupun Arteri.
Selain itu, untuk menangani kepadatan akibat kemacetan, pihaknya bakal berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai operator dan pengelola jalan Tol, Jasa Marga serta Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang.
"Antisipasi dilakukan dengan mendirikan sebanyak 12 pos pengamanan dan pos pelayanan pemudik di sejumlah ruas jalan yang masuk dalam wilayah hukum Polresta Tangerang," paparnya.
Selain itu, titik pengamanan di wilayah perbatasan juga akan dilakukan pengetatan dan penebalan oleh personel dari Polresta Tangerang.
"Untuk rambu-rambu penunjuk atau peringatan, kita sudah upaya memberikan rambu petunjuk peringatan melalui spanduk maupun imbauan-imbauan kepada pengendara lalu lintas di jalan raya," kata dia.
Baca juga: Tunggu masuk Pelabuhan Ciwandan, antrean truk tujuan Sumatera mengular
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026