Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tangerang, Banten siap memanfaatkan lahan milik Jasa Marga dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membangun tandon air sebagai upaya meminimalisir potensi banjir di masa mendatang.

Wali Kota Tangerang Sachrudin di Tangerang Minggu mengatakan langkah tersebut dinilai penting sebab terdapat beberapa wilayah yang terdampak banjir akibat limpasan air dari kawasan jalan tol.

“Koordinasi dengan Kementerian PU sangat krusial agar aliran air dari jalan tol tidak lagi membebani wilayah permukiman warga, khususnya di kawasan Gempol. Secara internal, pembangunan tandon baru tahun ini juga terus kita akselerasi sebagai bagian dari solusi permanen penanganan banjir,” kata Sachrudin.

Baca juga: Sembilan wilayah kecamatan di Kota Tangerang terdampak banjir

Perlu diketahui hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak Sabtu malam (07/03/2026), menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir. Beberapa kawasan yang terdampak antara lain Kecamatan Periuk, Karang tengah, dan Pinang.

Wali Kota Tangerang Sachrudin memastikan bahwa langkah penanganan darurat telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang.

“Sejumlah wilayah yang terdampak sudah dilakukan evakuasi bagi warga yang membutuhkan. Posko darurat dan posko kesehatan juga sudah disiagakan, sementara pompa-pompa air terus dimaksimalkan agar genangan di permukiman warga bisa segera surut,” ujar Sachrudin.

Baca juga: 27 personel PMI Tangerang dikerahkan evakuasi warga terdampak banjir

Pemkot Tangerang melalui BPBD bersama unsur terkait, terus melakukan penanganan cepat di lapangan, mulai dari evakuasi warga, pendirian posko banjir, layanan kesehatan, hingga pemantauan kondisi debit air di berbagai titik rawan.

“Kami pastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi siap siaga. Prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” tegasnya.

Wali kota juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan susulan serta mengikuti arahan dari petugas BPBD dan aparat yang bertugas di lapangan.

“Tetap waspada dan segera berkoordinasi dengan petugas jika terjadi kondisi darurat, karena keselamatan warga adalah yang paling utama,” katanya.

Baca juga: 2.682 rumah di Kabupaten Serang terendam banjir



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026