Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja di Tangerang, Kamis mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya telah mengumpulkan dan menggalang dana bantuan kemanusiaan antara lain berupa sarung, mukena, baju koko, sajadah 3.000, hingga Al Quran.
"Bantuan ini akan disalurkan untuk korban bencana alam sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama menjelang Ramadhan, agar saudara-saudara di wilayah terdampak bencana bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman," katanya.
PMI Kabupaten Tangerang, kata dia, terus berkomitmen untuk bergerak dalam misi kemanusiaan.
Baca juga: PMI Kota Tangerang bersama Siegwerk salurkan bantuan ke Sumatera
Sementara itu, dia juga menginformasikan bahwa PMI Kabupaten Tangerang melaksanakan proses pelantikan pengurus baru di 29 kecamatan yang ada di daerah itu.
Proses pelantikan tersebut langsung dipimpin oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.
Bupati menyampaikan, untuk menyambut HUT PMI ke-68 Kabupaten Tangerang sebanyak 464 struktur kepengurusan dari dewan pembina, ketua, dan anggota diharapkan bisa terus berkomitmen dalam menjalankan misi kemanusiaan.
"Tetap semangat dan komitmen untuk berjuang demi kemanusiaan. Khususnya, mereka yang terdampak bencana baik itu di Kabupaten Tangerang, ataupun di luar Kabupaten Tangerang," terangnya.
Dia juga bilang, PMI Kabupaten Tangerang telah kembali menyalurkan bantuan dari hasil donasi para ASN, masyarakat, dan para pengusaha yang ada di Kabupaten Tangerang.
"Sebelumnya sudah disalurkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp2,7 miliar. Kini kita kembali salurkan bantuan dalam bentuk barang," katanya.
Baca juga: Donor darah hingga pemeriksaan kesehatan gratis meriahkan HPN 2026
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.