Tangerang (ANTARA) - Perbankan BCA siapkan penambahan kantor cabang baru dengan fokus ekspansi di wilayah sub-urban dan Indonesia Timur untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mendukung pertumbuhan jumlah nasabah yang terus meningkat.
SVP Operation Strategy and Development BCA, Setiady mengungkapkan jumlah kantor cabang BCA mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, jumlah kantor cabang BCA tercatat sebanyak 1.242 kantor, dan meningkat menjadi 1.270 kantor pada 2025.
Menurutnya, penambahan kantor cabang baru akan difokuskan pada wilayah yang masih memiliki potensi pertumbuhan, termasuk kawasan sub-urban dan Indonesia Timur.
Baca juga: Mobil harga Rp300 jutaan ternyata masih jadi pilihan masyarakat
BCA memperkirakan jumlah penambahan cabang baru akan berada di kisaran sekitar 20 kantor cabang per tahun. Hal ini sejalan dengan strategi perseroan untuk menjangkau lebih banyak nasabah, mengingat jumlah nasabah BCA saat ini telah mencapai sekitar 40 juta orang, sementara potensi pasar perbankan nasional masih sangat besar dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 250 juta jiwa.
"Selain mempertimbangkan potensi bisnis, BCA juga memperhatikan aspek keamanan, terutama bagi wilayah yang rawan bencana," kata Setiady ditemui di Serpong Tangerang.
Meski jumlah kantor cabang terus bertambah, lanjut Setiady menyebut tren transaksi di kantor cabang mengalami penurunan signifikan.
Saat ini, transaksi di kantor cabang berada di bawah satu persen dari total transaksi nasabah. Transaksi yang masih banyak dilakukan di kantor cabang umumnya berkaitan dengan setoran tunai dalam jumlah besar serta layanan investasi.
"Yang datang memang menurun tapi nilai transaksi sangat besar karena nasabah setoran dan urusan investasi dengan jumlah besar" ujarnya.
Baca juga: Perbankan perdalam analisis calon debitur cegah KPR macet
Penambahan layanan juga dilakukan BCA dengan memperluas jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Jumlah ATM BCA meningkat dari sekitar 18 ribu unit pada 2021 menjadi lebih dari 20.163 unit pada 2025.
"Penambahan ATM dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan baru, termasuk di wilayah Sulawesi dan daerah berkembang lainnya," katanya.
Terkait ekspansi bisnis, BCA menegaskan saat ini belum memiliki rencana untuk memperluas pasar ke luar negeri karena masih besarnya peluang pertumbuhan di dalam negeri.
Tetapi BCA juga mulai mengembangkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas, baik di internal perusahaan maupun ke depan akan diterapkan pada layanan frontliner guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.
"Sudah banyak kita terapkan kecerdasan buatan dan membuat produktifitas kerja semakin optimal. Ini yang jadi kita lakukan ke depan," ujarnya.
Baca juga: BCA targetkan KPR baru 2026 di atas Rp40,3 triliun
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026