Tangerang (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang, Banten berkolaborasi dengan kampus memberikan pelatihan pelaku UMKM terkait manajemen keuangan agar bisa masuk pasar global.
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Disperindagkop UKMM Dody Ardiansyah di Tangerang Jumat mengatakan masih banyak pelaku UMKM memiliki kendala dalam membuat laporan keuangan. Padahal hal tersebut sangat penting dalam keberlanjutan usaha yang dijalankan.
Maka itu dengan adanya pelatihan maka pelaku UMKM bisa mengetahui uang masuk dan keluar sehingga bisa mengelola dengan baik serta mengetahui keuntungan yang diraih.
Baca juga: Jalin kemitraan dengan Alfamidi, UMKM catatkan pendapatan signifikan
Adapun pelatihan manajemen keuangan yang diberikan yakni mengenai perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), pemisahan keuangan bisnis dan pribadi, hingga teknik meningkatkan omzet secara terukur.
"Kami ingin market UMKM kita tidak hanya di sektor regional, tapi naik kelas ke tingkat nasional hingga internasional," kata Dody dalam keterangannya.
Direktur UMKM Tangerang Raya Babe Azdin menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah konkret tindak lanjut dari program Pemerintah serta mengenalkan aplikasi OJRE sebagai kasir digital.
Baca juga: OJK Banten perluas akses pembiayaan UMKM lewat regulasi terbaru
"Aplikasi OJRE hadir sebagai kasir digital yang memudahkan para pelaku UMKM dalam melakukan transaksi harian. Aplikasi ini memudahkan pengusaha saat bertransaksi, ada fitur pembayaran digital, notifikasi suara, hingga pemantauan stok barang. Jadi, rekap keuangan per minggu atau per bulan menjadi lebih mudah dan akurat," kata Babe.
Rektor Universitas Raharja Abas Sunarya menegaskan pihak akademisi akan terus mendukung penuh kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat menengah ke bawah.
"Harapannya kita bisa terus bertumbuh, memperbaiki segala kekurangan, dan mendorong hal-hal bermanfaat untuk kepentingan daerah agar UMKM kita bisa menembus level nasional. UMKM adalah tulang punggung ekonomi bangsa yang tidak boleh surut," kata Abas.
Baca juga: Jamkrindo dukung pelatihan produktif pelaku pidana kerja sosial di Banten
