Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten mencatat peningkatan signifikan produksi padi pada 2025 yang mencapai sekitar 1,8 juta ton atau naik 16,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini memperkuat posisi Banten sebagai daerah surplus beras dan menjadi bagian dari agenda nasional swasembada pangan.

Gubernur Banten Andra Soni di Serang, Rabu mengatakan, peningkatan produksi tersebut sejalan dengan bertambahnya luas panen yang naik 16,76 persen, dari sekitar 299.000 hektare menjadi 349.228 hektare pada 2025.

“Artinya, kita mengalami surplus atau kenaikan produksi sebanyak 261.000 ton pada tahun 2025,” kata Andra.

Baca juga: Pemprov Banten komitmen jaga lahan tani di tengah investasi

Ia menjelaskan, kenaikan produksi tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat yang mendorong kembali semangat petani untuk menanam.

Salah satu faktor utama adalah penurunan harga pupuk serta kepastian harga beli gabah petani.

“Pemerintah memastikan harga beli gabah dari petani sebesar Rp6.500 per kilogram, sehingga semangat petani untuk kembali menanam dan bangkit semakin meningkat,” ujarnya.

Selain kebijakan harga, Andra menekankan perbaikan infrastruktur pertanian sebagai faktor krusial. Menurut dia, perbaikan jaringan irigasi yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah berdampak langsung pada produktivitas lahan sawah di Banten.

Baca juga: DKPP Kabupaten Serang pacu kredit alsintan untuk dukung swasembada

Ia menyebut, capaian produksi padi Banten juga ditopang oleh kontribusi daerah sentra pangan. Kabupaten Pandeglang menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 30,81 persen, disusul Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang.

Ke depan, Pemprov Banten menargetkan peningkatan produksi beras tetap berlanjut pada 2026. Andra menegaskan pemerintah daerah akan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kesinambungan produksi.

“Insya Allah kami akan terus meningkatkan upaya-upaya untuk menaikkan hasil panen atau produksi padi pada tahun 2026,” katanya.

Ia berharap, keberhasilan surplus beras tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.

Baca juga: Presiden Prabowo umumkan Indonesia swasembada pangan pada 2025



Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026