Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni mendorong perguruan pencak silat untuk mengambil peran strategis dalam pelestarian budaya sekaligus pembangunan daerah, seiring penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan karakter generasi muda.
Menurut Andra, pencak silat merupakan warisan budaya yang tidak hanya bernilai olahraga, tetapi juga mengandung pembentukan karakter, disiplin, dan kebangsaan yang relevan dengan agenda pembangunan daerah.
“Satria Muda Indonesia terus melestarikan pencak silat. Diharapkan para pelatih dan peserta didik dapat bersama-sama terus mengembangkan perguruan Satria Muda Indonesia,” ujar Andra dalam keterangannya di Kota Serang, Selasa.
Baca juga: Pencak silat diharapkan jadi media pendidikan dan pelestarian budaya
Hal tersebut disampaikan Andra Soni usai menerima Sabuk Kehormatan Pendekar Kehormatan dari Pengurus Pusat Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (SMI), di sela penutupan Training of Trainer (ToT) dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) SMI di Anyer, Kabupaten Serang, Senin (29/12).
Ia menilai keberlanjutan pencak silat membutuhkan konsistensi pembinaan, penguatan organisasi, serta kolaborasi dengan pemerintah agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dalam konteks pembangunan daerah, Andra juga mengajak keluarga besar SMI, khususnya di Provinsi Banten, untuk berkontribusi aktif dalam mendukung program pemerintah daerah.
“Kami harap dukungan ini dapat diberikan kepada Pemprov Banten. Mari kita bersama-sama mengawal percepatan pembangunan di daerah,” kata Andra.
Baca juga: Wagub Banten harap pencak silat perkuat karakter generasi muda
Sementara itu Ketua Harian Perguruan Pencak Silat SMI Erizal Chaniago menjelaskan kegiatan ToT dan UKT merupakan bagian dari program nasional pengurus pusat untuk memperkuat kualitas pelatih dan atlet pencak silat.
“Program nasional ini kami bagi pelaksanaannya di beberapa lokasi. Untuk wilayah Banten, kegiatan diikuti sekitar 140 peserta yang berasal dari Banten, Jakarta, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, dan Lampung,” ujar Erizal.
Ia menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi sarana konsolidasi organisasi serta sosialisasi regulasi terbaru yang dikeluarkan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), guna memastikan keseragaman standar pembinaan dan kompetisi.
“Tujuannya untuk mengkonsolidasikan organisasi sekaligus menyosialisasikan peraturan-peraturan baru yang dikeluarkan oleh IPSI. Supaya dalam menghadapi PON nanti, penerapan peraturan ini bisa berjalan dengan baik,” kata Erizal.
Baca juga: 4.000 paguron pencak silat ditargetkan meriahkan "Golok Day 2025" Cilegon
