Lebak (ANTARA) - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lebak Haerudin menyatakan kerukunan harus diperkuat di tengah kemajemukan di daerah ini agar kehidupan masyarakat damai, harmonis, dan sejahtera.
"Kita mengapresiasi selama ini kerukunan umat beragama di sini relatif baik sejak dulu hingga sekarang, tanpa terjadi konflik sosial," kata dia terkait dengan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Lebak, Provinsi Banten, Senin
Ia mengatakan masyarakat setempat hidup di tengah kemajemukan, baik menyangkut agama, suku, ras, sosial, ekonomi, bahasa, maupun budaya.
Masyarakat, katanya, menjaga dan melestarikan kerukunan hidup bersama dalam perbedaan itu.
Baca juga: Wagub Banten ajak perkuat silaturahmi kolaborasi antarumat beragama
Di daerah dengan penduduk sekitar 1,5 juta jiwa itu, katanya, masyarakat juga memiliki sikap saling menghormati dan menghargai, tolong-menolong, berdampingan, serta menolak kekerasan.
Bahkan, katanya, kemajemukan itu menjadi kekuatan untuk persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia mencontohkan kerukunan masyarakat Kabupaten Lebak di tengah kemajemukan itu terbukti dalam kehidupan berdampingan di kawasan Citra Maja City dengan adanya sarana ibadah, yakni masjid, mushalla, dan dua gereja (Protestan dan Katolik).
Selain itu, kata dia, masjid dan gereja yang lokasinya berdampingan diresmikan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
"Kita saling menghormati dan menghargai perbedaan keyakinan atas dasar kerukunan dan kedamaian yang dibangun masyarakat Lebak," katanya.
Baca juga: FKUB ajak warga bangun kerukunan dan kedamaian
Pihaknya berkolaborasi dengan semua agama, terdiri atas Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu dan Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kolaborasi itu bagian dari Astacita butir pertama, yakni memperkuat ideologi Pancasila dengan melibatkan tokoh/pemuka agama dan masyarakat, dengan dialog serta silaturahmi.
"Kami lebih mengedepankan dialog dan silaturahmi untuk menjalin persaudaraan, persatuan antarumat beragama," katanya.
Pimpinan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kabupaten Lebak Pendeta Gideon Krisna Wijaya menyatakan kerukunan dan kedamaian antara satu dengan yang lainnya dalam kehidupan harus dijaga dan dilestarikan.
Sebab, katanya, hidup harus menebar kasih sayang dan saling mengasihi sehingga terjadi kerukunan, kedamaian, dan kebahagiaan.
Selama ini, katanya, nilai-nilai toleransi kehidupan beragama di Kabupaten Lebak berjalan dengan baik.
"Di tengah kemajemukan hidup di masyarakat tentu perlu diperkuat kerukunan, kedamaian, dan kebahagiaan," katanya.
