Serang (ANTARA) - Polda Banten bersama Polres Serang memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba melalui sosialisasi langsung kepada pelajar di SMAN 1 Pontang, Kabupaten Serang, sebagai bagian dari strategi membentengi generasi muda dari pengaruh lingkungan..
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko menyampaikan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan yang saling berkaitan dan membutuhkan penanganan terpadu lintas sektor, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah.
“Kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba merupakan dua isu sosial yang saling berkaitan dan menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif melalui peran keluarga, sekolah, masyarakat, serta pemerintah dalam upaya pencegahannya,” ujar Condro dalam keterangannya di Kota Serang, Senini.
Baca juga: Polda Banten imbau nelayan pantau gelombang demi keselamatan
Ia menekankan bahwa pendidikan di tingkat SMA dan SMK tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter sebagai fondasi masa depan pelajar.
“Pendidikan di tingkat SMA dan SMK tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter untuk mencetak generasi muda yang berintegritas, mandiri, bertanggung jawab, dan berdaya saing,” ujarnya.
Condro yang menyampaikan arahan Kapolda Banten Irjen Pol Hengk juga mengingatkan pentingnya disiplin, kejujuran, dan kerja keras sebagai nilai utama yang harus ditanamkan sejak dini agar pelajar tidak mudah terjerumus pada perilaku menyimpang.
Baca juga: Polisi Tangerang tertibkan aktivitas penagih utang
Sementara itu, Pelaksana harian Kabidhumas Polda Banten AKBP Meryadi mengungkapkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2025 menunjukkan tingginya kerentanan remaja terhadap narkoba.
Dia menyebut sebanyak 28,2 persen pengguna narkoba berada pada rentang usia 15–24 tahun, dengan jumlah pelajar yang terlibat mencapai sekitar 312 ribu orang.
Menurut Meryadi, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor seperti ketidakharmonisan keluarga, pengaruh teman sebaya, paparan konten negatif di media sosial, serta minimnya edukasi dan pengawasan di lingkungan sekolah.
Baca juga: Antisipasi bencana alam, Polresta Tangerang siapkan peralatan SAR
Oleh karena itu, kata dia, Polda Banten mendorong sekolah menjadi ruang aman bagi pelajar melalui penguatan kegiatan positif, termasuk olahraga, seni, dan pengembangan keterampilan sebagai sarana menyalurkan energi remaja secara sehat.
Di akhir kegiatan itu, Kapolres Serang melakukan dialog interaktif dengan para siswa untuk menggali aspirasi, cita-cita, dan rencana masa depan mereka, sekaligus memberikan motivasi agar tetap fokus pada pendidikan dan menjauhi perilaku berisiko.
Langkah preventif melalui edukasi langsung ke sekolah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial pelajar sekaligus menekan potensi kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Banten.
Baca juga: Polda Banten dorong solusi legalisasi pertambangan rakyat lewat WPR
