Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen pemerintah daerah itu untuk harus menjadi yang terdepan dalam pemberantasan korupsi, serta mempertahankan dan memperkuat capaian integritas yang meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir
“Kita sama-sama berupaya agar Provinsi Banten menjadi daerah terdepan dalam aksi pemberantasan korupsi,” ujar Andra dalam keterangannya di Kota Serang, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Andra setelah Pemprov Banten meraih predikat Terbaik I kategori pemerintah daerah dalam ajang Forum Penyuluh Antikorupsi Ahli Pembangunan Integritas (Forpak API) Nasional pada puncak Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Yogyakarta, Selasa (9/12).
Ia mendedikasikan penghargaan tersebut untuk seluruh penyuluh antikorupsi Banten. “Selamat atas kerja keras Forum Penyuluh Antikorupsi Banten yang telah menerima penghargaan di Hari Antikorupsi 2025 ini.”
Baca juga: Pemprov Banten perkuat komitmen birokrasi bersih dengan gandeng KPK
Menurut Andra, capaian tersebut bukan tujuan akhir, melainkan modal untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkeadilan. Pemprov Banten akan memfokuskan perbaikan pada literasi integritas di tingkat masyarakat dan aparatur.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 pada kesempatan yang sama. Banten mencatat skor 73,22 poin atau melampaui rata-rata nasional 72,32 poin, dengan tren kenaikan konsisten sejak 2021.
Lima tahun terakhir, skor SPI Banten meningkat dari 61,37 poin (tahun 2021), 70,71 poin (2022), 69,08 poin (2023), 71,21 poin (2024) hingga kini (2025) menjadi angka tertinggi.
Penguatan integritas Banten tampak pada beberapa aspek utama yakni pengadaan barang dan jasa 89,25 poin; transparansi pelayanan 87,49 poin; pengelolaan anggaran 84,31 poin; integritas pelaksanaan tugas 79,46 poin; pencegahan korupsi 84,67 poin.
Baca juga: Kejari Serang pulihkan keuangan negara dari korupsi Rp2,27 miliar
Sementara pada tiga kelompok responden, Banten memperoleh nilai yakni internal 79,76 poin; eksternal 87,65 poin; dan eksper 63,68 poin.
Pimpinan KPK Agus Joko Pramono menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang menjadikan SPI sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola yang bersih,” ujarnya.
Ia menyebut SPI sebagai bagian dari strategi Trisula KPK yakni penindakan, pencegahan, dan pendidikan antikorupsi. “Kita menggunakan data dan percakapan publik untuk mendorong perubahan tata kelola pemerintahan.”
Meskipun demikian, Agus mengingatkan masih ada ruang pembenahan, khususnya pada dimensi sosialisasi antikorupsi dan memperkuat persepsi publik terhadap imparsialitas birokrasi.
“Kualitas tata kelola tidak hanya ditentukan oleh angka, tetapi juga melalui budaya integritas yang dijalankan secara konsisten,” katanya.
Baca juga: Pemprov kebut jalan usaha tani demi dongkrak ekonomi Banten selatan
Dalam forum Hakordia 2025, KPK juga memberikan nominasi Kontributor Terbaik SPI 2025 kepada Sekretaris Inspektorat Provinsi Banten Ratu Syafitri Muhayati atas dedikasi sebagai PIC pelaksanaan SPI dan Ketua Forpak API Banten.
KPK menilai peran pengawas internal sangat penting dalam memastikan sistem pencegahan korupsi berjalan efektif.
Selain Pemprov Banten, Pemerintah Kota Tangerang turut mengharumkan nama daerah itu dengan meraih posisi ketiga kategori kota dengan tata kelola pencegahan korupsi terbaik.
Pemprov Banten menyatakan hasil SPI 2025 menjadikan dasar untuk memperkuat regulasi, memperbaiki proses pelayanan publik, serta mempersempit ruang konflik kepentingan. Edukasi antikorupsi pada ASN dan masyarakat akan terus diperluas untuk mengawal budaya integritas tetap menjadi standar kerja birokrasi.
Baca juga: Polda Banten gandeng mahasiswa perkuat peran jaga keamanan
