Serang (ANTARA) - Kapolda Banten, Irjen Polisi Hengki, menegaskan kesiapsiagaan kepolisian dan seluruh unsur terkait terkait pengamanan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Langkah-langkah pengamanan diarahkan pada antisipasi kerawanan lalu lintas hingga perlindungan tempat ibadah umat Kristiani.
“Peningkatan mobilitas di akhir tahun berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di pusat perbelanjaan, tempat wisata, hingga pelabuhan. Situasi ini menjadi potensi kerawanan yang harus kita waspadai bersama, termasuk pada lokasi ibadah umat Kristiani di seluruh gereja yang ada di wilayah hukum Polda Banten,” ujar Hengki dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Lilin Maung 2025 di Serang, Kamis.
Baca juga: Banten siaga wisata hadapi libur Natal dan Tahun Baru 2026
Sebanyak 2.439 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan periode Natal dan Tahun Baru. Dari jumlah itu, 1.157 berasal dari Polri dan 1.282 dari instansi lain seperti TNI, Dinas Perhubungan, dan ASDP. Mereka ditempatkan pada 43 pos pengamanan, delapan pos pelayanan, dan satu pos terpadu.
Menurut dia, pelibatan lintas sektor menjadi kunci agar perayaan keagamaan dan libur panjang akhir tahun berlangsung aman. “Kita semua memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga perayaan Natal dan pergantian tahun. Mari kita lakukan langkah-langkah persiapan dengan maksimal,” ucapnya.
Hengki menekankan pentingnya koordinasi untuk merumuskan langkah antisipatif dari hulu ke hilir. “Rakor ini menjadi forum penting untuk menyamakan visi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah konkret mulai dari upaya prediktif, preemtif, preventif hingga penegakan hukum yang tegas namun tetap humanis,” katanya.
Baca juga: Okupansi hotel di Kota Tangerang meningkat jelang akhir tahun
Di sektor lalu lintas, Polda Banten telah memetakan titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional mengikuti perkembangan di lapangan. “Kami sudah memetakan titik rawan kemacetan, lokasi rawan kecelakaan, serta area yang berpotensi menjadi pusat keramaian,” ujar Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Leganek Mawardi.
Penempatan personel pada pos pengamanan dan pos pelayanan juga dioptimalkan untuk memberikan kepastian kenyamanan bagi pemudik maupun masyarakat yang berlibur di wilayah Banten.
Kapolda menyatakan pelayanan publik harus menjadi prioritas. “Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung penuh kenyamanan dan keamanan,” tuturnya.
Ia menambahkan sinergi antar-lembaga merupakan modal utama dalam pelaksanaan Operasi Lilin Maung. “Semoga kerja sama ini semakin solid dan mampu mewujudkan Banten yang aman,” ujarnya.
Baca juga: Kebutuhan uang tunai Natal dan Tahun Baru 2026 naik 15,7 persen
