Serang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni mendorong pemeliharaan mangrove berkelanjutan pascapenanaman, dan tegaskan pentingnya pemantauan dan perawatan mangrove sebagai bagian dari upaya memperkuat sabuk hijau pesisir.
Iia mengingatkan bahwa penanaman tidak boleh menjadi kegiatan seremonial yang berhenti pada seremoni, tetapi harus memastikan bibit benar-benar tumbuh dan berfungsi melindungi pesisir.
"Saya harap banyak pihak terlibat untuk kembali mengonservasi wilayah mangrove. Tentu kita berharap kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial. Harus ditanam dengan cara yang baik, kemudian setahun kemudian kita tengok kembali," ujar Andra Soni saat peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025 di Desa Lontar, Tirtayasa, Kabupaten Serang, Jumat.
Baca juga: Kapolda Banten komitmen dukung pelestarian ekosistem mangrove
Andra menyoroti kerentanan bibit mangrove yang kerap hilang terbawa arus hanya beberapa hari setelah ditanam. Ia menilai hal itu terjadi akibat teknik penanaman yang kurang tepat dan kurangnya pengawasan pascapenanaman.
"Makanya, setelah penanaman 8.000 pohon ini, kita harapkan jumlahnya tidak berkurang," tegasnya.
Ia menekankan bahwa menanam pohon merupakan langkah sederhana namun berdampak besar bagi ekologi pesisir. Gerakan tersebut, menurutnya, adalah "amal jariah lingkungan" yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
"Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariah yang terus mengalir manfaatnya untuk pelestarian alam dan masyarakat," ucapnya.
Baca juga: LKBN ANTARA gelar TJSL rehabilitasi mangrove di Lampung
Dalam kegiatan itu, Pemprov Banten juga memberikan apresiasi kepada PT PLN UID Banten atas dukungan penguatan ekosistem pesisir. Andra menilai kontribusi PLN tidak hanya terkait rasio elektrifikasi yang mencapai 99,9 persen, tetapi juga program rehabilitasi lingkungan dan pemberdayaan pesisir.
General Manager PLN UID Banten, Muhamad Joharifin, menyampaikan bahwa penanaman mangrove dilakukan untuk memperbaiki ekosistem pantai sekaligus memperingati HMPI 2025.
“Lokasi penanaman dipilih berdasarkan prioritas pertahanan keanekaragaman hayati dan keselamatan manusia. Adapun jenis mangrove yang ditanam adalah Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa mangrove memiliki fungsi ekologis vital, mulai dari perlindungan pantai, pencegahan abrasi dan intrusi air laut, hingga menjadi habitat biota air. “Selain menyerap karbon, kawasan mangrove juga bisa menjadi sumber pangan serta potensi kawasan wisata dan rekreasi bagi masyarakat,” ujar Joharifin.
Baca juga: PLN Banten sukseskan aksi tanam mangrove bersama Wapres Gibran
