Lubuk Basung (ANTARA) - Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Padang, Sumatera Barat menyatakan dua korban banjir bandang di Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Ada dua korban ditemukan tim gabungan dari Basarnas, BPBD Agam, Brimob, TNI dan lainnya," kata Koordinator Lapangan Basarnas Padang Atta Priyono di Lubuk Basung, Kamis
Ia mengatakan saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian korban terseret banjir bandang yang diperkirakan cukup banyak dan berkemungkinan lebih dari puluhan orang.
Basarnas Padang masih melakukan pendataan jumlah korban yang terseret banjir bandang bersama pemerintah nagari setempat.
"Pemerintah nagari (desa) mendatangi warga satu persatu, karena akses komunikasi terputus," katanya.
Baca juga: 27.433 warga Kota Padang terdampak bencana hidrometeorologi
Ia menambahkan di lokasi banjir bandang cukup banyak terdapat rumah warga. Tiba-tiba banjir bandang melanda daerah itu saat hujan cukup tinggi, Rabu (26/11) sore.
Saat ini ada sekitar 135 kepala keluarga yang telah mengungsi ke daerah lebih aman di lima titik.
"Mereka mengungsi di lokasi tersebut semenjak Rabu (26/11) malam," katanya.
Ia mengakui telah menurunkan lima personil Basarnas Padang untuk melakukan pendataan berapa jumlah korban yang hilang dan total warga terdampak usai mendapatkan laporan banjir bandang, Rabu (26/11) malam
Baca juga: Cuaca ekstrem di Sumut ternyata dampak Siklon Tropis Senyar
Pada Kamis (27/11) pukul 03.00 WIB, mengerahkan 10 orang tim gabungan ke lokasi untuk melakukan pencarian korban.
Setelah itu, mengerahkan mobil ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI) Agam beserta anggota sebanyak empat orang
"Ada 18 orang tim rescue yang kita kerahkan ke lokasi dan membentuk posko utama. Komunikasi ke lokasi banjir cukup sulit," katanya.
Posko utama tersebut berada sekitar dua kilometer dari lokasi banjir bandang dan jalan menuju lokasi terputus, sehingga tidak bisa menggunakan kendaraan ke titik.
Baca juga: BPBD Banten tekankan kesiapan mandiri masyarakat di titik rawan bencana
