Cilegon (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memfokuskan pelatihan kesiapsiagaan Kota Cilegon dalam menghadapi ancaman spesifik berupa bencana industri atau kegagalan teknologi melalui simulasi lapangan di Kawasan Industri Krakatau.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Luthfi di Cilegon, Rabu, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk menguji prosedur penanganan darurat ketika terjadi kebocoran bahan kimia berbahaya yang dipicu oleh bencana alam, seperti gempa bumi.
"Geladi ini arahnya adalah edukasi bagaimana menyikapi bahaya teknologi industri. Di wilayah ini banyak bahan kimia, jika terjadi gempa dan bahan tersebut menyebar, masyarakat harus tahu cara menyelamatkan diri," ujar dia.
Baca juga: BPBD Banten tekankan kesiapan mandiri masyarakat di titik rawan bencana
Ia menekankan bahwa Cilegon sebagai kota industri memiliki risiko tinggi yang berbeda dengan daerah lain. Oleh karena itu, simulasi ini menjadi kesempatan penting untuk melatih sinergi antara aparat, dunia usaha, dan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, BPBD Banten melibatkan berbagai unsur gabungan, seperti TNI, Polri, dan Basarnas.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan karena BPBD tidak memiliki seluruh peralatan spesifik untuk menangani kegagalan teknologi yang kompleks.
Selain pelatihan fisik, BPBD Banten juga sedang mendampingi Pemerintah Kota Cilegon dalam menyusun rencana kontinjensi (renkon) tingkat kota.
"Kami dampingi penyusunan renkonnya agar ke depan Kota Cilegon dapat melaksanakan simulasi penanganan bencana industri ini secara mandiri," katanya.
Baca juga: Masyarakat Kota Tangerang diimbau waspadai penyakit pergantian cuaca
