Serang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, menurunkan alat berat guna menormalisasi saluran air yang memicu banjir di SDN Pamarayan dan SMPN Pamarayan pada, Selasa, (18/11) malam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang, Febrianto, di Serang, Rabu, mengatakan pengerahan alat berat ini merupakan instruksi langsung Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah untuk melakukan penanganan darurat agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali normal.
"Tadi kami diperintahkan Ibu Bupati Serang agar turun langsung. Alhamdulillah alat berat sudah diturunkan untuk membuka saluran irigasi yang tersendat agar aliran air kembali berjalan lancar," ujarnya.
Febrianto menjelaskan, alat berat tersebut digunakan untuk membongkar gorong-gorong yang tersumbat dan mengeruk sedimentasi.
Baca juga: BPBD Lebak minta warga waspadai banjir dan longsor
Berdasarkan peninjauan di lapangan, banjir yang terjadi sejak Selasa (18/11) malam itu disebabkan oleh saluran air yang tidak berfungsi optimal.
"Langkah pembongkaran ini ditujukan untuk membuka kembali aliran air agar tidak lagi meluap ke area sekolah," katanya.
Ia mengungkapkan, selain sedimentasi dan kerusakan gorong-gorong, banjir juga diperparah oleh adanya bangunan dan pagar warga yang berdiri di atas saluran irigasi, sehingga menghambat laju air.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Serang akan mengambil langkah tegas dengan mengirimkan surat resmi kepada para pemilik bangunan yang melanggar aturan garis sempadan saluran irigasi.
"Kami akan menyurati pemilik bangunan dan pagar yang berdiri di atas saluran untuk melakukan perbaikan atau penyesuaian konstruksi agar tidak menghalangi aliran air," tegasnya.
Febrianto menambahkan, pengerahan alat berat ini adalah langkah awal penanganan banjir. Ke depan, Pemkab Serang akan melakukan normalisasi irigasi dan peningkatan fasilitas drainase sebagai upaya jangka panjang mencegah banjir terulang.
Baca juga: Sebagian wilayah di Tangsel banjir, tertinggi di Puri Bintaro Indah
