Serang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, memberikan pembekalan keahlian membatik dengan teknik ecoprint kepada warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Serang, sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, di Serang, Selasa, mengatakan pelatihan ini bertujuan agar warga binaan, khususnya yang berasal dari Kabupaten Serang, mendapatkan ilmu dan keterampilan baru yang bernilai jual.
"Ini untuk meningkatkan produktivitas. Jika diseriusi, keterampilan ini akan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan mendatangkan penghasilan bagi warga binaan kami," katanya.
Baca juga: Rutan Serang dan Dinas Pertanian panen kangkung budidaya warga binaan
Ia menjelaskan bahwa hasil karya warga binaan tersebut tidak hanya sekadar latihan, tetapi memiliki potensi pasar. Pemkab Serang melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) serta Dekranasda akan membantu proses pemasarannya.
Bahkan, kata Bupati, produk ecoprint karya warga binaan tersebut berpotensi dijadikan suvenir resmi Pemerintah Kabupaten Serang.
"Meskipun belum bebas, mereka bisa mendapatkan penghasilan dari karya yang dibuat. Yakinlah warga binaan juga bisa produktif," ujarnya.
Pelatihan yang diikuti oleh 25 peserta ini berlangsung selama tiga hari agar hasilnya maksimal. Bupati memastikan pembinaan tidak berhenti di dalam rutan, melainkan akan berlanjut melalui Dinas Sosial dan dinas terkait setelah mereka menyelesaikan masa tahanan.
Baca juga: Dukung swasembada pangan, Lapas Rangkasbitung kembangkan padi gogo
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II B Serang, Rangga Permata, menyambut positif sinergi tersebut. Menurutnya, pelatihan ini merupakan bekal penting bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
"Ini bekal setelah mereka bebas nanti untuk mengembangkan keahlian. Bagaimanapun mereka adalah anak-anak bangsa yang harus dididik agar ke depannya lebih baik," katanya.
Selain ecoprint, Rutan Serang juga menyediakan pelatihan keterampilan lain untuk mengembangkan minat dan bakat warga binaan, seperti budidaya ikan lele, nila, dan peternakan ayam kampung.
Baca juga: Bupati Ratu Zakiyah ingatkan nakes utamakan sisi kemanusiaan
