Tangerang (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Tangerang, Provinsi Banten memastikan stok bantuan logistik untuk bencana seperti pakaian, kebutuhan bayi hingga lansia, dan makanan siap saji dalam kondisi aman.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Mulyani di Tangerang, Minggu, mengatakan seluruh stok makanan terus dipantau kondisinya dalam memastikan layak konsumsi oleh masyarakat.
"Ketika ada bencana seperti banjir, stok makanan ini sudah siap didistribusikan kepada masyarakat. Kami juga pantau kebutuhan masyarakat setempat agar tepat guna," ujarnya.
Baca juga: Dinsos Kota Tangerang serahkan kaki palsu dan alat pendengaran ke difabel
Selain itu, Pemkot Tangerang juga memastikan semua stok bantuan logistik bencana yang disiapkan telah disimpan dalam ruangan khusus untuk menjaga kualitas makanan, barang dan bantuan lainnya dalam kondisi aman.
”Kami terus melakukan pengecekan secara rutin untuk memastikan kondisi logistik yang tersedia tidak dalam kondisi kedaluwarsa atau tidak layak," katanya.
Selain itu, Dinas Sosial juga menyiapkan Relawan Tagana (Taruna Siaga Bencana) di setiap wilayah untuk memperkuat sistem mitigasi bencana khususnya menjadi garda terdepan membantu masyarakat di lapangan.
"Kami nantinya akan melibatkan relawan untuk membantu asesmen kebutuhan logistik di lapangan kemudian memastikan distribusinya nanti bisa berjalan lancar dan tepat sasaran,” katanya.
Baca juga: Polisi mediasi dugaan pemotongan dana bantuan usaha di Serang
BPBD Kota Tangerang telah mengeluarkan imbauan terkait potensi banjir rendah di sejumlah wilayah seiring peningkatan curah hujan yang ditetapkan BMKG memasuki pertengahan bulan November.
Sebaran wilayah dengan potensi banjir kategori rendah mencakup Kecamatan Batuceper, Cibodas, Ciledug, Cipondoh, Jatiuwung, Karang Tengah, Karawaci, Larangan, Pinang, dan Tangerang.
Kondisi ini dapat berkembang menjadi genangan jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, terutama di kawasan dengan kapasitas drainase terbatas.
Sementara itu, cuaca ekstrem diprediksi terjadi pada Dasarian II dan III November dengan puncak potensi pada tanggal 20 hingga 24 November 2025.
Dua wilayah yang diperkirakan mengalami dampak lebih signifikan adalah Kecamatan Ciledug dan Larangan, di mana hujan lebat, angin kencang, dan potensi petir diprediksi lebih sering terjadi.
Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca.
Baca juga: Pemkot Serang salurkan bansos sembako untuk 87 veteran
