Lebak (ANTARA) - Nilai realisasi investasi di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten periode Januari-September 2025 menembus Rp923 miliar, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah itu.
"Kami optimistis target investasi 2025 sebesar Rp1 triliun bisa terealisasi hingga Desember mendatang," kata Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Robertus Erwin di Lebak, Jumat.
Nilai realisasi investasi sebesar Rp923 miliar itu terdiri dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp790 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp132 miliar.
Sedangkan, penyerapan tenaga kerja lokal tercatat sebanyak 4.538 orang dan tenaga kerja asing (TKA) 12 orang tersebar di 297 perusahaan dan 2.094 proyek.
Baca juga: Gubernur Andra Soni bahas penguatan ekonomi dengan Dubes Prancis
Penyerapan tenaga kerja lokal tersebut memberikan kontribusi untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, sekaligus dapat mempercepat pengendalian kemiskinan dan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomor 08 Tahun 2025.
Ia mengatakan, pemerintah daerah memberikan kemudahan terhadap pelaku usaha dan mempercepat perizinan dan nonperizinan melalui DPMPTSP setempat baik investasi PMDN maupun PMA.
Sebab, kemudahan proses perizinan tersebut, karena dapat menumbuhkan ekonomi baru bagi masyarakat dan dapat menyerap lapangan pekerjaan.
"Kami meyakini dengan tumbuhnya investasi dipastikan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Robertus.
Baca juga: Lewat pabrik Cilegon, Lotte Chemical perkuat kemitraan Korea-Indonesia
Menurut dia, realisasi investasi Rp923 miliar itu dari capaian semester I Rp272 miliar, semester II Rp273 miliar dan semester III Rp377 miliar.
Data hilirisasi Januari - September untuk komoditas Perkebunan dan Kehutanan Rp45 miliar, Perikanan dan Kelautan Rp9 miliar serta Mineral Rp 2 miliar.
Sementara kontribusi sektor Januari -September untuk primer Rp133 miliar (14 persen), sekunder Rp 196 miliar (22 persen) dan terseir Rp593 miliar (64 persen), sehingga total Rp923 miliar.
Karena itu, pemerintah daerah berkolaborasi dengan instansi terkait untuk mengoptimalkan sosialisasi kepada investor, sehubungan potensi sumberdaya daya alam (SDA) Kabupaten Lebak cukup kaya, seperti sektor pertambangan, pertanian, perkebunan, kehutanan , perikanan dan pariwisata.
Selain itu, juga didukung oleh sarana prasarana Proyek Strategis Nasional (PSN) di antaranya beroperasi Jalan Tol Serang - Panimbang dan Commuter Line Rangkasbitung - Tanah Abang.
"Dengan adanya PSN itu dipastikan Lebak dilirik investor dari Jakarta untuk pengembangan usaha pengembang perumahan khususnya di kawasan Maja, Curugbitung, dan Rangkasbitung," kata Robertus menjelaskan.
Baca juga: Jaga stabilitas daerah, Wakapolda Banten perkuat pengawasan ormas
Ia menyebutkan, negara yang terbesar menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak antara lain Korea Selatan Rp57 miliar, Malaysia Rp53 miliar, Singapura Rp17 miliar, Tiongkok Rp2 miliar dan Thailand Rp1 miliar.
Nilai investasi subsektor terbesar di bidang transportasi dan telekomunikasi Rp253 miliar, perumahan, kawasan industri dan perusahaan Rp133 miliar, perdagangan dan reparasi Rp87 miliar, perikanan Rp68 miliar serta industri lainnya Rp61 miliar.
"Kami berharap nilai investasi itu dapat mendorong peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Baca juga: PINTU dan JULO gelar edukasi karyawan terkait investasi kripto
