Tangerang (ANTARA) - President Director di PT Ala Beauty yakni Ala Alatas atau Wiwi Alawiyah Alatas meraih pengakuan bergengsi Highend The Masterpieces, Harmony in Nature kategori Socialpreneur Award karena kesuksesan pada pekerjaan dan kegiatan sosial.
“Penghargaan ini saya pasti akan membuat saya semakin terpacu untuk berbuat lebih baik dan semakin bermanfaat bagi sesama,” kata Ala yang juga menjabat sebagai Komisaris di PT Asia Primadona. Ala Beauty dalam keterangannya di Tangerang Rabu.
Penghargaan lainnya juga pernah diraih seperti SMESCO Inspiring Women Award 2016 dan Woman of The Year dari Yayasan Duta Indonesia Maju 2022.
Lalu salah satu perusahaannya yakni PT. Tifar Admanco juga meraih penghargaan “The Visionary Award, For a Woman Leading Change Through Bold Ideas or Public Impact in Industry” versi Majalah Curated.
Baca juga: Wujudkan budaya kerja sehat berkelanjutan, PLN Banten raih penghargaan internasional
Perempuan kelahiran Sukabumi menjadi salah satu tokoh perempuan sukses berdarah Arab. Ala Alatas dikenal sebagai sosialita sukses serta pengusaha handal dengan jiwa sosial tinggi dan kisah yang inspiratif.
Bidang bisnis yang ia tekuni cukup beragam, mulai dari kuliner, properti, medical center, hingga power plant atau penyewaan fasilitas industri energi.
Salah satu perusahaan yang ia dirikan adalah PT Tifar Admanco yang bergerak dibidang tenaga kerja profesional, terutama ke negara-negara Timur Tengah.
Melalui bisnis ini, Ala berhasil memberangkatkan puluhan ribu tenaga kerja Indonesia dari berbagai bidang, mulai dari konstruksi, oil and gas electrical mecanical hingga civil engineer.
Baca juga: Indodana Finance raih penghargaan anugerah penggerak UMKM Indonesia
Langkah bisnisnya di mulai dari titik nol dan terinspirasi dari kedua orang tua yang ulet serta penuh semangat. Ala belajar dari kehidupan, bukan bangku kuliah sehingga darah wirausaha mengalir jelas dalam dirinya. Baginya setiap Kegagalan adalah guru dan setiap keberhasilan adalah anugerah.
Pada 2013, Ala mendirikan Yayasan Melati Putri Pertiwi merangkul para lansia yang sering terlupakan bersama tokoh-tokoh perempuan seperti Dewi Motik dan Mien Uno.
Bagi Ala, para lansia bukanlah generasi yang harus diabaikan. Lansia adalah bagian dari masyarakat dan merupakan subjek dari pembangunan bangsa. “Ini bukan saja tugas dari pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai umat manusia,” tegas Ala.
Baca juga: Pilar Saga Ichsan raih penghargaan Pemimpin Muda Teknokratik
