Serang, Banten (ANTARA) - Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang, Provinsi Banten, mencatat lima koperasi merah putih (KMP) di wilayahnya telah aktif dan berkembang dengan model bisnis yang mandiri.
"Kelima koperasi tersebut menjadi contoh sukses di antara total 67 koperasi merah putih yang telah dibentuk di Kota Serang," kata Kepala Dinkopukmperindag Kota Serang Wahyu Nurjamil di Serang, Banten, Selasa.
Ia mengatakan bahwa kelima koperasi yang aktif tersebut telah menunjukkan kemajuan signifikan dan sudah mempunyai model-model bisnis sendiri.
"Sementara itu, untuk puluhan koperasi lainnya yang belum aktif akan terus kita bina agar dapat mengikuti," katanya.
Baca juga: Pemprov Banten optimistis Kopdes Merah Putih tumbuhkan ekonomi daerah
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi koperasi yang belum berkembang adalah minimnya pemahaman pengurus, manajerial yang kurang tepat, serta keterbatasan modal.
"Pemahaman koperasi, manajemen koperasinya, termasuk pada permodalannya. Nah, ini yang perlu didorong," ucapnya.
Untuk mendorong koperasi lain agar bisa menyusul kesuksesan itu, Pemkot Serang telah menjalankan beragam program pembinaan, pelatihan, hingga bantuan permodalan.
"Makanya, kita kan banyak melakukan pelatihan-pelatihan dan juga ini berkesinambungan," ujarnya.
Baca juga: Menkop Ferry minta pemda siapkan lahan untuk Kopdes Merah Putih
Selain itu, Pemkot Serang juga tengah mengupayakan pemanfaatan aset bangunan milik daerah agar dapat digunakan oleh koperasi merah putih sebagai sarana penunjang usaha, meski saat ini masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari Kementerian Koperasi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menegaskan pihaknya akan segera melakukan evaluasi terkait kendala yang dialami oleh koperasi merah Putih.
"Nanti, kita lakukan evaluasi bersama dan tanya langsung kendala nya apa, kurangnya apa, agar ke depan dapat berjalan semua," jelasnya.
Baca juga: Koperasi Merah Putih di Kota Tangerang berdayakan pelaku usaha kecil
