Lebak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten optimistis Koperasi Desa ( Kopdes) Merah Putih dapat menumbuhkan ekonomi daerah, sehingga perlu peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi pengurus koperasi itu.
"Kami meyakini melalui pelatihan peningkatan kapasitas pengurus KDKMP dapat meningkatkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Agus Mintono di Lebak, Rabu.
Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk mendukung Kopdes Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai usaha yang dilakukan koperasi.
Baca juga: Pemkab Tangerang manfaatkan aset mangkrak untuk gerai kopdes
Saat ini, Kopdes Merah Putih di Kabupaten Lebak terus ditingkatkan pelatihan - pelatihan kedepannya untuk membangun SDM unggul.
Sebab, Kopdes Merah Putih merupakan lembaga usaha ditingkat desa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah juga penyerapan lapangan pekerjaan.
Dengan demikian, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, termasuk stokholder harus solid untuk mengembangkan Kopdes Merah Putih agar menjadi kekuatan ekonomi di tingkat desa, sehingga mampu mengatasi kemiskinan.
"Kami mengapresiasi Kopdes Merah Putih Giri Mukti di Lebak salah satu Kopdes Merah Putih di Indonesia dengan modal sendiri kini usaha yang digelutinya berhasil meningkatkan ekonomi masyarakat dan penyerapan lapangan pekerjaan," katanya.
Baca juga: Menkop Ferry minta pemda siapkan lahan untuk Kopdes Merah Putih
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan pelatihan peningkatan kapasitas pengurus KDKMP selama tiga hari ke depan (12-14 November 2025) dengan peserta 100 pengurus.
Kopdes Merah Putih diharapkan dapat mengelola berbagai bidang usaha yang ada di masyarakat desa, seperti usaha warungan yang menyediakan sembilan bahan pokok (sembako), simpan pinjam, serta bidang kesehatan dengan mendirikan klinik desa dan apotek.
Selain itu, juga mendirikan usaha sewa gudang logistik dan potensi daerah maupun kearifan lokal, seperti pertanian, perkebunan, perikanan serta peternakan.
"Kami berharap pelatihan kapasitas ini dapat meningkatkan SDM pengurus , sehingga mampu menjalankan usaha guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lapangan pekerjaan," katanya.
Baca juga: Pemkab Serang targetkan 50 persen Kopdes Merah Putih aktif pada 2026
Sementara itu, pengurus KDMP Pondok Panjang Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Aep Saepudin mengatakan, pelatihan kapasitas bagi pengurus tentu sangat penting untuk peningkatan SDM yang unggul.
Pelatihan itu tentu pengelola memiliki pengetahuan mulai manajemen, tata usaha dan administrasi koperasi.
Saat ini, Kopdes Merah Putih diwilayahnya mengembangkan usaha emping kaceprek, gula aren, sale pisang dan baso ikan, karena di daerahnya terdapat bahan baku melimpah.
Bahkan, produksi gula aren itu dipasok ke sejumlah daerah di Jawa Timur dan bisa menggulirkan perputaran uang Rp400 juta jika dikalkulasikan Rp40 ribu per kilogram dari produksi 10 ton per bulan itu.
"Kami optimistis KDMP dapat menumbuhkan ekonomi desa, sekaligus bisa menghapus kemiskinan ekstrem," katanya.
Baca juga: Telkom siapkan pendampingan digitalisasi 1.585 Kopdes Merah Putih
