Serang (ANTARA) - Perekonomian Provinsi Banten tercatat sebagai salah satu yang terkuat di Pulau Jawa dengan menempati posisi ketiga pertumbuhan tertinggi pada triwulan III tahun 2025.
Kepala Bank Indonesia (BI) Banten, Ameriza M Moesa, di Serang, Selasa, mengatakan perekonomian Banten tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan (yoy) dan pencapaian ini berada di atas pertumbuhan nasional yang sebesar 5,06 persen (yoy) dan menempatkan Banten di bawah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Dengan capaian itu, Banten menempati posisi ketiga di Pulau Jawa dalam hal pertumbuhan ekonomi. Pulau Jawa sendiri masih berkontribusi sekitar 57 persen terhadap total PDB nasional," katanya.
Baca juga: Gubernur Banten tekankan sinergi untuk jaga stabilitas dan investasi
Ameriza memaparkan, struktur ekonomi Banten masih didominasi oleh sektor industri pengolahan, yang menyumbang 2,2 persen dari total pertumbuhan 5,29 persen. Klaster industri besar seperti petrokimia, baja, dan manufaktur di Tangerang Raya, Cilegon, serta Serang menjadi penggerak utama.
Meski sedikit melambat dibanding triwulan sebelumnya 5,33 persen, Ameriza menyebut ini adalah pola musiman yang lazim.
Justru, lanjutnya, Banten menunjukkan tren baru yang menggembirakan di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh mencolok sebesar 11,73 persen (yoy).
“Pertanian menjadi tren yang baik dan menggembirakan pada triwulan III. Ini perkembangan baru bagi Banten,” katanya.
Baca juga: Lewat pabrik Cilegon, Lotte Chemical perkuat kemitraan Korea-Indonesia
Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Banten juga didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh menguat 4,21 persen (yoy), didorong momentum tahun ajaran baru dan perayaan keagamaan.
Selain itu, net ekspor tumbuh 9,06 persen (yoy) didukung kenaikan volume ekspor dari sektor manufaktur dan perkebunan, seperti kakao.
Ameriza menegaskan, capaian ini menandakan struktur ekonomi Banten semakin kuat dan tangguh dalam menghadapi tekanan global.
"Struktur ekonomi Banten sudah kuat, tapi ke depan kita perlu memperluas basis pertumbuhan agar lebih inklusif serta merata," pungkas dia.
Baca juga: Perbankan luncurkan asuransi keterlambatan hingga perlindungan bagasi
