Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong agar aparat kepolisian setempat untuk mengusut tuntas kasus kematian seorang siswa berinisial NCA (13), yang terjun dari lantai 8 gedung di salah satu sekolah di Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten pada Senin (03/11).
"(Kami) meminta kepolisian tetap melakukan pengusutan, karena hak anak yang meninggal dunia mendapatkan kejelasan penyebab kematian dengan terang benderang agar anak tidak mendapatkan stigma negatif," ucap Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini dalam keterangannya diterima di Tangerang, Kamis.
Ia menyampaikan, bila kasus tersebut dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan akan menimbulkan stigma negatif dari masyarakat terhadap korban. Terlebih, pengusutan kasus itu juga menjadi hak bagi keluarga mendiang.
Baca juga: Terjerat narkoba, oknum ASN Tangerang segera dipecat
Diyah juga menyampaikan duka cita yang mendalam untuk keluarga korban yang ditinggalkan, pihaknya berharap kasus seperti ini tidak terulang kembali di waktu yang akan datang.
"Kami turut prihatin (atas meninggalkan siswa SMP tersebut)," kata dia.
Sebelumnya, seorang siswa berinisial NCA (13), dilaporkan tewas diduga terjatuh dari lantai 8 gedung sekolah pada Senin (03/11).
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan mengungkapkan, sebagai langkah awal dari penanganan kasus ini, tim penyidik telah memeriksa sebanyak lima orang sebagai saksi dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Wali Kota Tangerang sebut Kejurnas SSB U-12 momentum pembinaan karakter
"Sudah kami mintai lima keterangan saksi dari pihak sekolah dan rekan-rekannya. Juga didampingi guru dan wali kelasnya," katanya.
Dia bilang, pihaknya belum dapat memastikan sejumlah isu yang beredar terkait dugaan motif korban mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai 8 bangunan itu.
Namun, lanjutnya, polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi sebagai proses penyelidikan.
Selain itu, pihaknya juga telah mengumpulkan bukti rekaman kamera pengawas (CCTV) sebagai mengungkap penyebab dari insiden yang terjadi.
"Kami dari Polres Tangsel dengan Polsek Kelapa Dua telah mengamankan CCTV yang berada di sekolah untuk menyelidiki peristiwa yang ada pada saat kejadian," ungkapnya.
Baca juga: Disnaker Kota Tangerang fasilitasi penyaluran tenaga kerja ke luar negeri
